Plt. Dirjen Migas IGN Wiratmaja bertemu dengan perwakilan dari Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Umum dalam rangka persiapan penerapan mandatori BBN 15% (27/03/2015)Plt. Dirjen Migas IGN Wiratmaja Meninjau Museum Migas Gawitra di TMII, jakarta, Rabu (25/3).Plt. Dirjen Migas IGN Wiratmaja Memberikan Keynote Speech sekaligus membuka acara Seminar on Field experience in EOR - from pilot to full field implementation (19/03/2015)Plt. Dirjen Migas IGN Wiratmaja menerima kunjungan CEO Japan Cooperation Center Petroleum di Kantor Ditjen Migas (18/03/2015)
Berita Terkini
Pelaksana Tugas Dirjen Migas IGN Wiratmaja kembali menegaskan, cara pembayaran letter of credit (L/C) tidak diberlakukan untuk ekspor migas. Saat ini, Kementerian ESDM tengah menunggu proses legal terkait hal tersebut.
Rapat kerja Menteri ESDM dan Komisi VII DPR yang dipimpin Kardaya Warnika mengenai kenaikan harga BBM, Senin (30/3), menghasilkan sembilan kesimpulan, antara lain meminta Pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan menaikkan harga BBM.

Terhitung tanggal 28 Maret 2015 pukul 00.00, Pemerintah menaikkan harga jual BBM Premium penugasan menjadi Rp 7.300 per liter dan Solar bersubsidi Rp 6.900 per liter, di bawah harga keekonomian yang seharusnya Rp 7.900 per liter.  Penetapan harga di bawah keekonomian ini, bertujuan untuk membantu masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan ekonomi, tanpa dibebani dengan harga BBM yang berlebihan.

Berita Lainnya
PT Pertamina (Persero), PT Total E&P dan Inpex memulai diskusi tentang masa transisi pengelolaan Blok Mahakam yang akan mulai dioperatori Pertamina mulai 1 Januari 2018. Meski kepemilikan saham berubah, namun nasib pekerja tetap aman. Jumlah pekerja yang mengelola Blok Mahakam saat ini sebanyak  1.981 orang pekerja permanen, 1.688 pekerja kontrak dan 96 ekspatriat.
Pemerintah kembali menegaskan kewajiban pelaksanaan mandatori BBN 15% harus dilaksanakan oleh seluruh badan usaha. Untuk memastikan hal ini, PPNS Migas akan melakukan pengecekan secara ketat ke fasilitas-fasilitas blending milik badan usaha.
Pemerintah terus mengikuti secara seksama dinamika mutakhir harga minyak dunia dan perekonomian nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015, jika dilihat dengan meningkatnya rata-rata harga minyak dunia dan masih berfluktuasi serta melemahnya nilai tukar rupiah dalam 1 (satu) bulan terakhir, maka Harga Jual Eceran BBM secara umum perlu dinaikkan.
Informasi
Expand All Collapse all
Statistik Minyak Dan Gas Bumi
Kegiatan Migas
 Polling
Apakah Situs Web Migas membantu anda dalam mendapatkan informasi Kemigasan?
Cukup Membantu
Kurang Membantu
Sangat Membantu
Pengunjung
s/d. Hari ini
3.432.739
s/d. Bulan lalu
3.432.739
Sejak 1 Maret 2007