Berita

Spesifikasi Premium Sesuai Persyaratan Pemerintah
Jumat, 06 Agustus 2010, 15: 4: 37 WIB, ( Hits : 42 )

Jakarta, Berdasarkan hasil pengujian laboratorium terhadap kualitas bahan bakar premium dengan mengacu pada spesifikasi yang dikeluarkan pemerintah melalui SK Dirjen Migas No. 3674.K/24/DJM/2006, menunjukkan bahwa premium memenuhi spesifikasi yang disyaratkan (on spec). Pengambilan sampel dilakukan di 4 lokasi yaitu Depot Plumpang, Pool Taksi Gamya dan 2 SPBU.

“Semua premium yang kami analisis, ternyata kualitasnya masih sama dengan yang dipersyaratkan,” ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo dalam jumpa pers mengenai penjelasan pemerintah mengenai terjadinya kerusakan fuel pump yang dikaitkan dengan penggunaan bahan bakar premium di Kementerian ESDM, Jumat (6/8). Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM Sutisna Prawira, Komite BPH Migas Adi Subagyo dan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Djaelani Sutomo.

Meski demikian, lanjut Evita, untuk dapat mengetahui penyebab kerusakan fuel pump, pemerintah meminta Pertamina, Gaikindo, ATPM dan lembaga independen, melakukan pengkajian lebih lanjut.

“Kami meminta dilakukan pengujian beberapa sifat lain di luar premium dan ini hasilnya belum tuntas,” kata Evita.

Pemerintah bersama stakeholder seperti Gaikindo dan ATPM akan terus  melakukan evaluasi terhadap fuel quality monitoring system di retail outlet atau SPBU dan menghimbau masyarakat agar menggunakan bahan bakar kendaraan bermotor sesuai dengan kebutuhan teknologi kendaraannya.

Dikatakan Evita, kerusakan pada fuel pump dikhawatirkan tidak semata-mata disebabkan oleh faktor angka oktan, tetapi juga teknologi kendaraan di mana pemilik kendaraan menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan teknologi kendaraannya.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Djaelani Sutomo menambahkan, sebelum sampai ke konsumen, pihaknya melakukan 9 kali pengontrolan. Mulai dari kilang, depo hingga SPBU.

“Di SPBU, pengecekan tidak hanya dilakukan PT Pertamina, tetapi juga staf dari Ditjen Migas,” kata Djaelani.

Terkait kerusakan fuel pump, lanjut Djaelani, Pertamina telah mengirimkan 45 sampel fuel pump ke laboratorium ITB untuk mengetahui penyebabnya dan menjadi bahan diskusi dengan Gaikindo.

Ditegaskan Evita, pemerintah terus melakukan pembinaan dan pengawasan untuk terpenuhinya kualitas bahan bakar sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Dan terkait kejadian kerusakan fuel pump ini, pemerintah meminta Pertamina sebagai penyedia utama di Indonesia untuk lebih meningkatkan kontrol kualitas BBM.
[Copyright by Ditjen Migas]

» Index Berita  » Arsip Berita   » Cetak   » Kirim

Berita Terkait

09 Februari 2015
Premium Tidak Disubsidi, Impor BBM Turun

04 Februari 2015
DPR Apresiasi Premium Tak Lagi Disubsidi

16 Januari 2015
Harga Premium Turun Jadi Rp 6.600, Solar Rp 6.400 per Liter

31 Desember 2014
Transformasi Premium ke Pertamax, Pertamina Diberi Waktu 2 Tahun

22 Desember 2014
Transformasi Premium ke Pertamax, Masa Transisi 5 Bulan

30 Juni 2014
Konsumsi Premium Selama Ramadhan dan Idul Fitri Naik 14 Persen

08 Februari 2014
Tahun 2013, Impor Premium Capai 63 Persen dan Solar 29 Persen

29 Juli 2013
Ramadhan dan Idul Fitri 1434 H: Pemakaian Premium Naik 14%, Solar Turun 4,9%

01 Juli 2013
Realisasi Penyaluran Premium 14% di Bawah Normal

22 Juni 2013
Harga Premium dan Solar Resmi Naik