Berita

Pengadaan Barang dan Jasa Hulu Migas 2010 Capai Rp 870 Miliar
Kamis, 10 Februari 2011, 10: 35: 19 WIB, ( Hits : 36 )

Batam, Penghematan biaya pengadaan barang dan jasa di industri hulu minyak dan gas bumi pada tahun 2010 mencapai US$ 96,5 juta atau sekitar Rp 870 miliar. Jumlah ini didapat melalui berbagai kontrak pengadaan bersama dan transfer material yang dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (KKS). Pengadaan bersama menyumbang sekitar US$ 66,7 juta, sedangkan kontribusi transfer material sebesar US$ 29,8 juta.


“Pencapaian ini melebihi target penghematan pada 2010 yang sebesar US$ 75 juta,” kata Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), R. Priyono saat membuka rapat kerja Forum Konsultasi Pengadaan Barang dan Jasa Sektor Hulu Migas, di Batam, Rabu (9/2).

 

Priyono menjelaskan, kinerja tahun 2010 jauh melebihi penghematan pada 2009 yang sebesar US$ 61,93 juta dengan rincian pengadaan bersama sebesar US$ 35,42 juta dan pemberdayaan material sebesar US$ 26,51 juta. Oleh karena itu, kata dia, BPMIGAS tidak ragu untuk menaikkan target penghematan tahun 2011 menjadi US$ 105 juta. Rinciannya, US$ 75 juta untuk penghematan pengadaan bersama, dan US$ 30 juta untuk transfer material.

“Kami optimis target tersebut bisa dilewati,” ujar Priyono.

Pengadaan bersama dan transfer material antar kontraktor yang telah berjalan, antara lain, penggunaan gudang dan fasilitas, transportasi laut dan udara, operasi bersama penyelidikan survei seismik, serta kontrak bersama penggunaan rig untuk pemboran maupun work over.

Saat ini, telah eksis enam forum pengadaan barang dan jasa di seluruh wilayah Indonesia, yakni Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Natuna, dan Offshore North West Java (ONWJ). Dalam waktu dekat akan dibentuk forum serupa untuk wilayah Papua dan Maluku.

Deputi Umum BPMIGAS Rizal Asir menambahkan, forum pengadaan barang dan jasa, tidak hanya bermanfaat dalam menghemat waktu dan biaya. Forum terbukti ampuh menumbuh kembangkan pengusaha daerah untuk lebih berpartisipasi pada kegiatan usaha hulu migas. “Kerjasama antara kontraktor KKS, penyedia barang dan jasa, serta perbankan nasional pun meningkat,” katanya.

Komponen Dalam Negeri Meningkat

Tidak hanya penghematan pengadaan, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pun menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data BPMIGAS, untuk tahun 2010 total nilai pengadaan barang dan jasa di seluruh kontraktor KKS mencapai US$ 10,79 miliar dengan TKDN sebesar 63,4 persen. Nilai TKDN barang sekitar US$ 1,92 miliar atau 50,5 persen, sedangkan nilai TKDN jasa senilai US$ 4,92 miliar atau mencapai 70,5 persen.

“Angka ini meningkat dari US$ 8,98 Milyar pada 2009 dengan TKDN hanya 49 persen,” ujar Rizal.

Pertumbuhan nilai transaksi pembayaran pengadaan barang dan jasa melalui bank umum nasional juga cukup menggembirakan. Pada tahun 2009, tercatat transaksi sebesar US$ 3,97 miliar. Tahun lalu, nilai transaksinya naik US$ 4,6 miliar. Total transaksi di perbankan nasional sajak April 2009 hingga Desember 2010 mencapai US$ 8,596 miliar.

Menurut Rizal, kedua kebijakan ini merupakan langkah konkret BPMIGAS untuk mendukung dan menumbuhkembangkan kemampuan nasional agar lebih mampu bersaing.
“Tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga international,” katanya.

» Index Berita  » Arsip Berita   » Cetak   » Kirim

Berita Terkait

15 April 2010
Pengadaan Barang dan Jasa KKKS Melalui Bank Nasional Capai US$ 4,69 Miliar