Kunjungi Ponpes, Menteri ESDM Dukung Rumah Sederhana dan Sekolah Prioritas Dibangun Jargas

Sidoarjo, Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Timur, Minggu (13/8), Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mengunjungi Pondok Pesantren Manba'ul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo, yang telah menikmati jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas).

"Untuk Kabupaten Sidoarjo kan sudah banyak dipasang jargas, termasuk ponpes ini. Saya menyempatkan diri untuk melihat apakah jargas yang sudah dipasang berjalan atau tidak. Saya lihat contoh rumah dan pesantren, tampaknya jalan," ujar Menteri ESDM.

Dari hasil pembicaraan dengan penduduk dan pengurus Ponpes, kata Jonan, mereka cukup puas menggunakan gas bumi karena harganya relatif murah dan tidak perlu lagi direpotkan harus menggangkat tabung LPG serta terlepas dari kerepotan ketika gas habis di waktu malam hari.

Pembangunan jargas di Sidoarjo telah dilakukan dalam empat tahap dan hingga saat ini telah terpasang sebanyak 10.350 SR dan 89% dari total tersebut atau 9.187 SR telah dialiri gas dari Lapindo Brantas Inc, sebesar 0,8 MMSCFD. Jargas telah mengalir di 2 desa/kelurahan, yakni Kelurahan Nginas, Wedoro, Tambak Sawah, Medaeng, Gempol Sari, Kedung Turi, Kali Tengah, Kludan, Ngaban, Kalidawir, Kedung Banteng, dan Desa Putat.

Selanjutnya, direncanakan tahun 2018 akan dibangun lagi 12.000 SR di Sidoarjo. Apabila Pemerintah Daerah Sidoarjo menginginkan tambahan jargas yang dipasang, Jonan menyarankan agar Bupati untuk mengajukan permintaan tambahan yang dilengkapi data-data.

"Kalau mau tambahan (jargas), tambahannya berapa? Lalu daerahnya mana saja. Dengan catatan kalau Sidoarjo karena sumur gasnya ada yaitu Lapindo Brantas," ujar Jonan

Jonan menekankan agar rumah-rumah sederhana dan sekolah termasuk pondok Pesantren, menjadi prioritas untuk dibangun jargas. Hal ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo bahwa jargas harus bermanfaat bagi masyarakat banyak. "Program jargas ini memudahkan masyarakat karena selain hemat, jargas rumah tangga juga praktis, aman dan suplai gas mengalir 24 jam," tegasnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral c.q Ditjen Migas telah melaksanakan pembangunan jargas sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2016 dengan jumlah sambungan sebesar 185.991 Sambungan Rumah (SR) di 14 Provinsi meliputi 26 kabupaten/kota.

Pada tahun 2017, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk akan melaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 59.809 SR di 10 Kabupaten/Kota yaitu: Kota Pekanbaru 3.270 SR), Musi Banyuasin (6.031 SR), Kabupaten Muara Enim (4.785 SR), Kabupaten PALI (5.375 SR), Kota Bontang (8.000 SR), Kota 0Bandar Lampung (10.321 SR), Kabupaten Mojokerto (5.101 SR), Kota Mojokerto (5.000 SR), Kota Samarinda (4.500 SR) dan Rusun PUPR Kemayoran (7.426 SR). (TW)