logo   28 Februari 2015 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Senin, 04 Oktober 2010
Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri Segera Diterbitkan
Dalam rangka mendorong peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, Kementerian ESDM cq Direktorat Jenderal Migas menerbitkan Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) tahun 2010. Launching buku ini rencananya akan dilakukan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Rabu (6/10) mendatang.

Peluncuran buku yang berisi daftar barang diwajibkan, daftar barang dimaksimalkan dan daftar barang diberdayakan,  untuk dijadikan acuan dalam pengendalian impor barang operasi dan  pengadaan barang dan/atau jasa di kegiatan usaha migas ini, akan diselenggarakan di Lobby Kementerian ESDM dan dihadiri sekitar 300 stakeholder, antara lain wakil dari Kementerian Perindustrian, BPMIGAS, KKKS, Gabungan Usaha Penunjang Migas, IPA, serta Perusahaan Penunjang Migas.

Penyusunan Buku APDN sesuai dengan amanat UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang menyatakan bahwa dalam upaya menumbuhkembangkan kemampuan nasional untuk lebih mampu bersaing di tingkat nasional, regional, dan internasional,  badan usaha (BU) dan bentuk usaha tetap (BUT) harus mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja setempat, barang, jasa, serta kemampuan rekayasa dan rancang bangun dalam negeri secara transparan dan bersaing.

Pengutamaan pemanfaatan barang, jasa, teknologi serta kemampuan rekayasa dan rancang bangun dalam negeri dilaksanakan apabila barang, jasa, teknologi serta kemampuan rekayasa rancang bangun tersebut telah dihasilkan atau tersedia dalam negeri serta memenuhi kualitas mutu, waktu penyerahan dan harga sesuai ketentuan dalam pengadaan barang dan jasa. Dan penggunaan produksi dalam negeri akan menjadi wajib, apabila nilai penjumlahan TKDN dan BMP mencapai minimal 40 %.

Untuk informasi selengkapnya dan mendapatkan Buku APDN tahun 2010,  dapat menghubungi Subdit Pengembangan Investasi Migas. Contac person:  Gatot Kurniawan/ Hp: 08132661305 atau Dehendra Permana/ 085721043806.           

 
>> Berita Lainnya
 
Jumat, 27 Februari 2015
Blok Mahakam, Pemerintah Analisa Proposal Pertamina
Pemerintah akan menganalisa proposal PT Pertamina terkait pengelolaan Blok Mahakam. Rencananya, pembahasan akan dilakukan hari ini, Jumat (27/2).
 
Jumat, 27 Februari 2015
Hindari Spekulan, Masyarakat Dihimbau Beli LPG di SPBU
Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan LPG tabung 3 kg dengan harga resmi, Pemerintah menghimbau masyarakat agar membeli di SPBU-SPBU. Pada tahap awal ini, SPBU yang menyediakan LPG masih terbatas di Pulau Jawa.
 
Kamis, 27 Februari 2015
Pasokan LPG Aman, Harga Tidak Naik
Pemerintah memastikan pasokan LPG tabung ukuran 3 kg aman dan tidak ada rencana untuk menaikkan harga jual. Kesulitan untuk mendapatkan LPG tabung 3 kg di beberapa tempat, selain lantaran adanya migrasi pengguna dari LPG tabung ukuran 12 kg ke 3 kg, panic buying masyarakat, juga ulah spekulan yang ingin meraup untung dengan menaikkan harga jual.
 
Kamis, 26 Februari 2015
LPG dan BBM Langka? Hubungi Nomor Ini….
Untuk mengatasi terjadinya kelangkaan LPG maupun BBM,  Ditjen Migas dan PT Pertamina telah membentuk Tim Gerak Cepat yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bila terjadi kelangkaan, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon (021) 500-000.
 
Kamis, 26 Februari 2015
Permen No 19 Direvisi, Badan Usaha Diberi Waktu Bangun Fasilitas
Pemerintah akan memberikan waktu kepada pelaku usaha di bidang distribusi gas bumi untuk membangun fasilitas infrastruktur.  Jangka waktu untuk pembangunan ini masih dalam pembahasan.
 
Rabu, 25 Februari 2015
Pembangunan Kilang Minyak Baru Dipercepat
Untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, Indonesia membutuhkan kilang minyak baru. Menurut rencana, dalam waktu dekat akan dibangun 2 kilang baru yaitu pertama,  kilang yang dibangun dengan menggandeng swasta (kerja sama pemerintah dan swasta/KPS) dan kedua, kilang yang dibangun murni oleh swasta. Pembangunan kilang minyak baru ini akan dipercepat.
 
Rabu, 25 Februari 2015
Gunakan TKDN di Atas 40 Persen, Pemerintah Berikan Insentif
Untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) , Pemerintah akan memberikan insentif kepada perusahaan minyak (KKKS), antara lain dalam bentuk kemudahan pajak.
 
Rabu, 25 Februari 2015
Peningkatan Daya Saing Produk Dalam Negeri Hulu Migas
Kompetisi global yang semakin meningkat, mewajibkan setiap negara untuk mampu meningkatkan keunggulan kompetitifnya agar dapat bersaing dengan negara lain melalui penguatan daya saing industri yang memiliki kemampuan manajemen yang efisien, produk yang berkualitas, harga yang kompetitif dan pelayanan prima. Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong peningkatan produk barang dan jasa di sektor hulu migas. Nilai belanja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada tahun 2014 sebesar US$ 19,916 miliar. Dari jumlah tersebut, pengadaan barang dan jasa tercatat US$ 17.354 miliar dengan nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 54%.
 
Selasa, 24 Februari 2015
Pemerintah Segera Akhiri 41 Kontrak Migas
Pemerintah akan melakukan pengakhiran 41 kontrak kerja sama migas karena tidak dapat memenuhi komitmen. Sebagian besar kontrak yang akan dikahiri tersebut merupakan wilayah kerja (WK) eksplorasi.
 
Senin, 23 Februari 2015
Pemerintah Akan Revisi Permen Tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa
Pemerintah akan merevisi Peraturan Menteri ESDM No 19 tahun 2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa. Revisi ini bertujuan untuk menertibkan pelaku usaha di bidang distribusi gas bumi agar dalam melakukan kegiatan usaha, harus memiliki infrastruktur.
 
Senin, 23 Februari 2015
Pengumuman Pelamar yang Lulus Seleksi Administrasi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian ESDM
Berdasarkan Pengumuman Nomor 018.Pm/72/SJN/2014 tanggal 17 Desember tentang Seleksi Terbuka Pengisian Lowongan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pengumuman Nomor 0001.Pm/72/SJN/2015 tanggal 13 Januari 2015 tentang Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian ESDM, dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan seleksi administrasi terhadap berkas lamaran yang telah masuk ke Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian ESDM sampai dengan tanggal 19 Januari 2015, pelamar yang dinyatakan LULUS seleksi administrasi dan dapat mengikuti tahapan selanjutnya adalah tersebut dalam lampiran pengumuman ini.
 
Jumat, 20 Februari 2015
Tiga Puluh Satu Orang Lolos Seleksi Terbuka Eselon I KESDM
Seleksi terbuka yang dilakukan Kementerian ESDM untuk 5 posisi pejabat eselon I, diminati oleh 110 pelamar. Dari jumlah tersebut, diperoleh 31 orang yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti assessment, pekan depan.
 
Jumat, 20 Februari 2015
Terminal Regasifikasi Arun Terima Kargo Perdana LNG Tangguh
Terminal regasifikasi Arun menerima kargo LNG (liquefied natural gas) perdana yang dikirimkan dari fasilitas  Tangguh LNG di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua, Kamis (19/2). Kargo yang dibeli oleh PT. PLN (Persero) telah tiba di Pelabuhan Blang Lancang, Aceh Darussalam, akan digunakan untuk commissioning atau uji coba fasilitas regasifikasi Arun yang baru.
 
Rabu, 18 Februari 2015
IEA: Harga Minyak Turun, Kesempatan Potong Subsidi BBM
Salah satu rekomendasi International Energy Agency (IEA) untuk Indonesia adalah menekan besaran subsidi BBM.  Turunnya harga minyak dunia, dinilai merupakan saat yang tepat bagi Indonesia memotong anggaran subsidi BBM dan mengalihkannya ke sektor produktif.
 
Selasa, 17 Februari 2015
Gandeng IEA, Menteri ESDM Luncurkan The 2015 In-Depth Review Of Indonesia’s Energy Policies
Bertempat di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (17/2), Menteri ESDM Sudirman Said didampingi  Executive Director IEA Maria van der Hoeven, meluncurkan buku  “The 2015 In-Depth Review Of Indonesia’s Energy Policies (The 2nd IDR)". Buku ini merupakan kerja sama Kementerian ESDM dan International Energy Agency (IEA) yang fokus pada pertumbuhan supply dan  demand atas energi dan sumber daya alam, dalam kaitannya dengan target Indonesia pada perubahan iklim.  Dalam buku ini, Indonesia dan IEA juga melaksanakan studi bersama terkait kebijakan untuk mereformasi subsidi bahan bakar fosil.
 
 
Dekstop version