logo   21 Agustus 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Senin, 04 Oktober 2010
Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri Segera Diterbitkan
Dalam rangka mendorong peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, Kementerian ESDM cq Direktorat Jenderal Migas menerbitkan Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) tahun 2010. Launching buku ini rencananya akan dilakukan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Rabu (6/10) mendatang.

Peluncuran buku yang berisi daftar barang diwajibkan, daftar barang dimaksimalkan dan daftar barang diberdayakan,  untuk dijadikan acuan dalam pengendalian impor barang operasi dan  pengadaan barang dan/atau jasa di kegiatan usaha migas ini, akan diselenggarakan di Lobby Kementerian ESDM dan dihadiri sekitar 300 stakeholder, antara lain wakil dari Kementerian Perindustrian, BPMIGAS, KKKS, Gabungan Usaha Penunjang Migas, IPA, serta Perusahaan Penunjang Migas.

Penyusunan Buku APDN sesuai dengan amanat UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang menyatakan bahwa dalam upaya menumbuhkembangkan kemampuan nasional untuk lebih mampu bersaing di tingkat nasional, regional, dan internasional,  badan usaha (BU) dan bentuk usaha tetap (BUT) harus mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja setempat, barang, jasa, serta kemampuan rekayasa dan rancang bangun dalam negeri secara transparan dan bersaing.

Pengutamaan pemanfaatan barang, jasa, teknologi serta kemampuan rekayasa dan rancang bangun dalam negeri dilaksanakan apabila barang, jasa, teknologi serta kemampuan rekayasa rancang bangun tersebut telah dihasilkan atau tersedia dalam negeri serta memenuhi kualitas mutu, waktu penyerahan dan harga sesuai ketentuan dalam pengadaan barang dan jasa. Dan penggunaan produksi dalam negeri akan menjadi wajib, apabila nilai penjumlahan TKDN dan BMP mencapai minimal 40 %.

Untuk informasi selengkapnya dan mendapatkan Buku APDN tahun 2010,  dapat menghubungi Subdit Pengembangan Investasi Migas. Contac person:  Gatot Kurniawan/ Hp: 08132661305 atau Dehendra Permana/ 085721043806.           

 
>> Berita Lainnya
 
Rabu, 20 Agustus 2014
Menteri ESDM Resmikan Nama FSO Gagak Rimang
Perkembangan proyek minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur, hingga minggu ketiga Agustus 2014 ini mencapai 90%. Salah satu kemajuan dalam pengembangan Banyu Urip adalah fasilitas floating storage and offloading yang diresmikan namanya oleh Menteri ESDM Jero Wacik di Galangan Kapal Sembawang, Singapura, Selasa (19/8). Hadir pada kesempatan tersebut, Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro,  Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas J. Widjonarko, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Andri Hadi, Bupati Bojonegoro, Suyoto, Bupati Tuban, Fathul Huda dan Vice President ExxonMobil Development Company, Raymond Jones.
 
Selasa, 19 Agustus 2014
Hemat Energi Harus Terus Dikampanyekan
Budaya hemat energi harus terus dikampanyekan. Tidak hanya oleh pemerintah dan pemerintah daerah,  tetapi juga media massa. Harapannya,  agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan gerakan hemat energi.
 
Senin, 18 Agustus 2014
Menteri ESDM Anugerahkan Penghargaan Energi ke 4 Tahun 2014
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menganugerahkan Penghargaan Energi Tahun di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin 18/8).  Acara ini dihadiri oleh Kepala Balitbang ESDM Fx. Sutjiastoto, Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro, Dirjen Listrik Jarman, Sekjen ESDM M. Teguh Pamudji, Sekjen DEN Hadi Purnomo, wakil kementerian terkain, BUMN, Kepala Daerah dan Kepala Dinas ESDM, perguruan tinggi, asosiasi dan organisasi profesi, pemangku kepentingan Sektor ESDM di Indonesia serta para penerima penghargaan energi.
 
Senin, 18 Agustus 2014
RUU APBN 2015: ICP US$ 105 per Barel, Lifting Minyak 845.000 dan Subsidi Energi Rp 363,5 Triliun
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan RUU APBN 2015 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8). Mengenai asumsi ICP, diperkirakan sebesar US$ 105 per barel, lifting minyak bumi sekitar 845.000 barel per hari dan gas bumi sekitar 1.248 ribu barel setara minyak per hari. Sedangkan subsidi energi sebesar Rp 363,5 triliun.
 
Minggu, 17 Agustus 2014
Menteri ESDM Pimpin Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 69
Upacara peringatan  Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 69 dilaksanakan pimpinan dan pegawai Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral hari ini, Minggu, (17//8). Bertindak sebagai Pembina upacara, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik.
 
Jumat, 15 Agustus 2014
Pengendalian BBM Bersubsidi Hanya Sementara
Pemerintah kembali meminta masyarakat tidak perlu merasa gelisah menyusul kebijakan pemerintah mengendalikan penggunaan BBM bersubsidi yang dilaksanakan sejak 1 Agustus 2014. Kebijakan ini bersifat sementara agar kuota BBM yang telah ditetapkan sebesar 46 juta KL dapat mencukupi hingga akhir 2014.
 
Jumat, 15 Agustus 2014
Kenaikan Harga LPG 12 Kg Masih Dibahas
Menteri ESDM Jero Wacik menegaskan, Pemerintah masih melakukan pembahasan mengenai keinginan PT Pertamina untuk menaikkan harga jual LPG ukuran tabung 12 kg.
 
Kamis, 15 Agustus 2014
Dirjen Migas Hadiri MOU Pengelolaan Energi di Kawasan Transmigrasi
Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro menghadiri penandatanganan kesepahaman bersama tentang Program Pengelolaan Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di Kawasan Transmigrasi, Kamis (14/8). Penandatanganan juga disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.
 
Kamis, 14 Agustus 2014
Konversi BBM ke Gas: MRU Pluit Mulai Beroperasi
Kebijakan konversi BBM ke bahan bakar gas mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk BUMN. PT Perusahaan Gas Negara, Rabu (13/8), secara resmi menempatkan fasilitas pengisian bahan bakar gas yaitu mobile refueling unit (MRU) di wilayah waduk Pluit, Jakarta Utara.
 
Rabu, 13 Agustus 2014
Segera diselenggarakan, Farmout Forum Indonesia 2014
Kementerian ESDM cq Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi akan menyelenggarakan Farmout Forum Indonesia tahun 2014 tanggal 21-23 Agustus di Bali. Kegiatan ini merupakan sarana yang tepat untuk memberikan informasi potensi geologi migas Indonesia, khususnya blok migas yang dioperasikan oleh suatu perusahaan atau operator perminyakan kepada calon potensial investor dalam rangka meningkatkan kegiatan eksplorasi melalui berbagi informasi resiko dan potensi geologi serta konsep eksplorasi dan eksploitasi.
 
Selasa, 12 Agustus 2014
Pemerintah Pantau Pelaksanaan Pengendalian BBM Bersubsidi
Dipimpin Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro, Pemerintah menggelar rapat monitoring pelaksanaan pengendalian penggunaan BBM bersubsidi yang dilaksanakan sejak 1 Agustus 2014 di Gedung Migas, Selasa (12/8).
 
Selasa, 12 Agustus 2014
Pemerintah Buka Kesempatan Swasta Bangun Kilang Sendiri
Selain akan membangun kilang dengan menggandeng pihak swasta (KPS), pemerintah membuka kesempatan bagi investor yang akan membangun kilang sendiri.  Agar ekonomis, insentif yang ditawarkan sama dengan  kilang yang akan dibangun pemerintah-swasta.
 
Senin, 11 Agustus 2014
ICP Juli 2014 Turun Jadi US$ 104,63 per Barel
Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia bulan Juli 2014 mencapai US$ 104,63 per barel atau turun US$ 4,32 per barel dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 108,95 per barel.
 
Jumat, 09 Agustus 2014
Pengaturan Jam Operasi SPBU Untuk Minimalisir Penyalahgunaan
Terhitung sejak tanggal 4 Agustus 2014, jam operasi pelayanan SPBU-SPBU di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali yang terindikasi sering terjadi penyalahgunaan BBM Bersubsidi dikurangi dari sebelumnya beroperasi 24 jam, menjadi terbatas mulai pukul 08:00 hingga pukul 18:00. Penyalahgunaan seringkali dilakukan pada malam hari di daerah perkebunan, pertambangan dan industri untuk BBM jenis Solar, sebagai akibat disparitas yang terlalu tinggi.
 
Kamis, 07 Agustus 2014
Pemerintah Terus Monitor Pelaksanaan Pengendalian BBM Bersubsidi
Pemerintah terus melakukan monitoring pelaksanaan pengendalian BBM bersubsidi yang telah dilaksanakan sejak 1 Agustus 2014. Pemerintah juga menegaskan keberpihakannya kepada nelayan dan masyarakat kurang mampu.
 
 
Dekstop version