logo   21 Oktober 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Jumat, 10 Juni 2011
Volume BBM Subsidi 2012 Antara 38,4-41 Juta KL
Pemerintah dan DPR sepakat volume BBM bersubsidi tahun 2012 berkisar antara 38,4-41 juta kilolite, dengan perincian: premium 23,2-24,6 juta kiloliter, minyak tanah/kerosene 2,1-2 juta kiloliter dan solar 13,1-14,4 juta kiloliter.


Volume tersebut sudah termasuk bahan bakar nabati (BBN) yang diasumsikan mendapat subsidi Rp 2.500-3.000 per liter untuk biodiesel dan Rp 3.000-3.500 per liter untuk bioethanol, jika harga BBN lebih tinggi dari BBM.

  

Sebelumnya, pemerintah mengajukan usulan agar volume BBM bersubsidi antara 38,4-45,6 juta kiloliter dan subsidi BBN untuk biodiesel Rp 3.000 per liter dan bioethanol Rp 3.500 per liter.

 

Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR mengenai Asumsi Makro 2012, Kamis (9/6), juga menyepakati volume LPG 3 kg sebesar 3,6 juta metrik ton, untuk menyelesaikan program Konversi Mitan ke LPG pada tahun 2012.

 

Dalam raker tersebut, Komisi VII DPR mendesak pemerintah melakukan langkah-langkah terobosan untuk perbaikan pengelolaan BBM bersubsidi agar lebih tepat volume dan sasaran, antara lain dengan melakukan penguatan kelembagaan termasuk lex specialist Kementerian ESDM dalam pembangunan infrastruktur energi dan pengaturan alokasi BBM bersubsidi pada sektor pengguna serta percepatan diversifikasi energi terutama melalui penggunaan gas di sektror transportasi darat.

 

Selain itu, melakukan verifikasi dan perbaikan data pengguna BBM bersubsidi dari sektor kelautan dan perikanan serta transportasi air sebagai basis penetapan volume yang tepat dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pendistribusian BBM bersubsidi dengan sistem tertutup.

 

“Serta kajian terhadap perubahan sistem subsidi dari model subsidi harga ke subsidi produk dan langsung,” kata Ketua Komis VII Teuku Riefky Harsya.

 

Komisi VII DPR juga meminta Menteri ESDM  mendorong peningkatan produksi BBN sebagai upaya percepatan diversifikasi energi antara lain melalui pemberian insentif yang lebih memadai bagi produsen BBN serta  mengupayakan seoptimal mungkin (best effort) penurunan volume BBM dari waktu ke waktu secara konsisten sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

                                                                                                         

 
>> Berita Lainnya
 
Senin, 20 Oktober 2014
Pemerintah Akan Tawarkan 6 WK Migas Putaran II Tahun 2014
Untuk meningkatkan produksi migas nasional, Pemerintah akan menawarkan sekitar 6 wilayah kerja (WK) migas konvensional putaran II tahun 2014. WK yang akan ditawarkan tersebut, terdiri dari 4 WK migas yang ditawarkan melalui penawaran langsung atau joint study dan 2 WK migas yang ditawarkan melalui tender reguler.
 
Sabtu, 18 Oktober 2014
Peluncuran Buku Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014-2030 Dan Buku Cadangan Penyangga Energi
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo meluncurkan buku Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014 dan buku Cadangan Penyangga Energi di Bandung, Jumat (17/10). Hadir dalam acara ini, para pejabat Eselon I Kementerian ESDM, Sekjen DEN, Plt. Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, serta perwakilan dari kementerian terkait.
 
Jumat, 17 Oktober 2014
Suhatman Ramli Pimpin TIPKM
Pucuk pimpinan Tim Independen Pengendalian Keselamatan Migas (TIPKM) berganti dari Dr. Ir. Waluyo kepada Suhatman Ramli yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua TIPKM.  Bertempat di Gedung Migas, Kamis (9/10),  Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro menyampaikan penghargaannya atas kerja keras yang telah dilakukan Waluyo selama memimpin TIPKM. 
 
Jumat, 17 Oktober 2014
Lima PJBG Ditandatangani, Penerimaan Negara Bertambah Rp 126 Triliun
Bertempat di Lobby Kementerian ESDM, Jumat (17/10), dilaksanakan penandatanganan lima perjanjian jual beli gas (PJBG). Seluruh kontrak diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan potensi penambahan penerimaan negara selama periode perjanjian sebesar US$ 10,5 miliar atau Rp 126 triliun. Menyaksikan penandatanganan ini, Pelaksana tugas Menteri ESDM Chairul Tanjung, Wamen ESDM Susilo Siswoutomo dan Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro serta Plt. Kepala SKK Migas J. Widjonarko.
 
Kamis, 17 Oktober 2014
Klarifikasi Berita Mengenai Gas Kota
Terkait pemberitaan di Harian Kompas tanggal 14 Oktober 2014 pada halaman 18 yang berjudul “Gas Kota Terus Dibangun”,  dengan ini kami meluruskan berita tersebut sebagai berikut:
 
Rabu, 15 Oktober 2014
Lima KKS Shale Gas Segera Ditandatangani
Untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, Pemerintah terus mendorong pengembangan migas konvensional dan non konvensional. Khusus mengenai migas non konvensional, dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan 5 kontrak kerja sama (KKS) shale gas.
 
Rabu, 15 Oktober 2014
SPB Vi-Gas di Mabes TNI Cilangkap Mulai Dioperasikan
Sebagai bentuk dukungan terhadap program konversi BBM ke bahan bakar gas, PT Pertamina mulai mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Vi-Gas di lingkungan Mabes TNI Cilangkap, Selasa (14/10). Peresmian pengoperasian SPBG dihadiri oleh Irjen TNI Letjan Asyafril Mahyudin, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Heri Poernomo dan Plt. Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen.
 
Selasa, 14 Oktober 2014
LNG Tangguh Segera Masuk ke FSRU Lampung
FSRU Lampung dalam waktu dekat akan menerima tambahan pasokan gas LNG (gas alam cair) sebanyak dua kargo dari Kilang LNG Tangguh, Papua. Dua kargo tersebut akan masuk ke PGN FSRU Lampung pada 26 Oktober dan 22 November 2014. Ini adalah kargo kedua dan ketiga yang akan masuk ke PGN FSRU Lampung setelah pada akhir Juli 2014, FSRU Lampung menerima kiriman kargo pertama.
 
Selasa, 14 Oktober 2014
Pertagas Pasok Gas Rumah Tangga di Jababeka
PT. Pertamina Gas (Pertagas) melalui anak perusahaannya PT. Pertagas Niaga, siap memasok gas untuk untuk perumahan dan kawasan komersial di Kawasan Mandiri Jababeka dengan perkiraan kebutuhan pasokan gas bumi sebesar 500.000 m3 per bulan. Pasokan gas bumi berasal dari sumber-sumber gas bumi yang ada di wilayah Jawa Barat. Penandatanganan kerja sama pasokan gas bumi komersial non industri (city gas), Senin (13/10), ditandatangani antara PT Pertagas Niaga dengan PT Jababeka Infrastruktur  di Jakarta.  Dalam penandatanganan itu, Pertagas  diwakili Direktur Utama Pertagas Niaga Jugi Prajugio dan  Tjahjadi Rahardja serta Sutedja Sidarta Darmono sebagai Direktur Utama dan Direktur PT  Jababeka Infrastruktur.
 
Senin, 14 Oktober 2014
Wamen ESDM Peroleh Bintang Mahaputera Utama
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, menganugerahi Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo dengan Bintang Mahaputera Utama. Penyematan Bintang Mahaputera Utama dilakukan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta, Senin (13/10).
 
Senin, 13 Oktober 2014
Malam Anugerah Sadar Energi dan Peluncuran Buku Wamen ESDM
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo  menghadiri malam Anugerah Sadar Energi dan Peluncuran Buku Wakil Menteri ESDM berjudul “Puasa” Subsidi BBM di Kementerian ESDM, Sabtu (11/10). Malam Anugerah Sadar Energi merupakan puncak rangkaian acara Festival Sadar Energi yang telah digelar di 4 kota sepanjang tahun 2014, yakni Yogyakarta (Universitas Pembangunan Nasional, 30 Mei), Makassar (Universitas Hasanuddin, 9 Juni), Bandung (Universitas Padjajaran, 16 Juni), dan Manado (Universitas Sam Ratulangi, 20 Agustus).
 
Jumat, 10 Oktober 2014
Perizinan Hulu Migas Diringkas Jadi 9 Pintu
Salah satu kendala utama kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di seluruh daerah di tanah air adalah perizinan. Dari hasil identifikasi yang dilakukan pemerintah, terdapat 289 perizinan dalam kegiatan hulu migas. Setelah dilakukan pembahasan, perizinan tersebut diperkecil menjadi hanya 69 perizinan yang nantinya dikelompokkan menjadi hanya 9 pintu.
 
Jumat, 10 Oktober 2014
Kilang LNG Donggi Senoro Mulai Beroperasi Tahun Depan
Fasilitas kilang gas alam cari (LNG) Donggi Senoro diresmikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung di Bojonegoro, Rabu (8/10).  Kilang yang investasinya mencapai US$ 2,8 miliar dan  berlokasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, merupakan kilang gas alam cair keempat di Indonesia dan diperkirakan berproduksi penuh tahun 2015.  
 
Kamis, 09 Oktober 2014
Pipa Gresik-Semarang Perkuat Industri Jawa Tengah dan Jawa Timur   
Untuk menjamin pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur, PT Pertamina Gas  (Pertagas)  mulai  membangun pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang  271 km. Pembangunan pipa dengan konsep open access ini, dalam rangka mewujudkan infrastruktur gas terintegrasi di Pulau Jawa.  
 
Rabu, 09 Oktober 2014
Puncak Produksi Blok Cepu Kuartal III Tahun 2015
Pemerintah menyambut baik peningkatan produksi Blok Cepu saat ini, dari 30.000 barel per hari menjadi 40.000 barel per hari. Puncak produksi sebesar 165.000 barel per hari ditargetkan dapat tercapai pada kuartal III tahun 2015. 
 
 
Dekstop version