logo   19 April 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Jumat, 10 Juni 2011
Volume BBM Subsidi 2012 Antara 38,4-41 Juta KL
Pemerintah dan DPR sepakat volume BBM bersubsidi tahun 2012 berkisar antara 38,4-41 juta kilolite, dengan perincian: premium 23,2-24,6 juta kiloliter, minyak tanah/kerosene 2,1-2 juta kiloliter dan solar 13,1-14,4 juta kiloliter.


Volume tersebut sudah termasuk bahan bakar nabati (BBN) yang diasumsikan mendapat subsidi Rp 2.500-3.000 per liter untuk biodiesel dan Rp 3.000-3.500 per liter untuk bioethanol, jika harga BBN lebih tinggi dari BBM.

  

Sebelumnya, pemerintah mengajukan usulan agar volume BBM bersubsidi antara 38,4-45,6 juta kiloliter dan subsidi BBN untuk biodiesel Rp 3.000 per liter dan bioethanol Rp 3.500 per liter.

 

Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR mengenai Asumsi Makro 2012, Kamis (9/6), juga menyepakati volume LPG 3 kg sebesar 3,6 juta metrik ton, untuk menyelesaikan program Konversi Mitan ke LPG pada tahun 2012.

 

Dalam raker tersebut, Komisi VII DPR mendesak pemerintah melakukan langkah-langkah terobosan untuk perbaikan pengelolaan BBM bersubsidi agar lebih tepat volume dan sasaran, antara lain dengan melakukan penguatan kelembagaan termasuk lex specialist Kementerian ESDM dalam pembangunan infrastruktur energi dan pengaturan alokasi BBM bersubsidi pada sektor pengguna serta percepatan diversifikasi energi terutama melalui penggunaan gas di sektror transportasi darat.

 

Selain itu, melakukan verifikasi dan perbaikan data pengguna BBM bersubsidi dari sektor kelautan dan perikanan serta transportasi air sebagai basis penetapan volume yang tepat dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pendistribusian BBM bersubsidi dengan sistem tertutup.

 

“Serta kajian terhadap perubahan sistem subsidi dari model subsidi harga ke subsidi produk dan langsung,” kata Ketua Komis VII Teuku Riefky Harsya.

 

Komisi VII DPR juga meminta Menteri ESDM  mendorong peningkatan produksi BBN sebagai upaya percepatan diversifikasi energi antara lain melalui pemberian insentif yang lebih memadai bagi produsen BBN serta  mengupayakan seoptimal mungkin (best effort) penurunan volume BBM dari waktu ke waktu secara konsisten sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

                                                                                                         

 
>> Berita Lainnya
 
Kamis, 17 April 2014
Tinggi, Animo Pemda Dipasangi Konverter Kit
Sosialisasi dan edukasi pemerintah mengenai konversi BBM ke bahan bakar gas yang aman, bersih dan murah, terbukti cukup efektif. Saat ini, pemerintah daerah berbondong-bondong mengajukan permintaan ke Kementerian ESDM agar dapat  memperoleh konverter kit serta dibangun SPBG.
 
Rabu, 17 April 2014
Wamen ESDM Pimpin Rakor Neraca Gas
Pemerintah tengah menyempurnakan  Neraca Gas Indonesia 2013-2030.  Rapat koordinasi penyusunan kebijakan itu dipimpin oleh Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Bandung, Rabu (16/4).
 
Rabu, 16 April 2014
Dalam 5 tahun, Pemerintah Bangun Jargas 72.511 Sambungan
Sejak tahun 2009, pemerintah telah melaksanakan pembangunan jaringan distribusi gas bumi (jargas) untuk rumah tangga. Hingga tahun 2013, telah terbangun  jaringan gas sebanyak 72.511 sambungan rumah (SR) yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
 
Selasa, 16 April 2014
Konversi Mitan ke LPG Hemat Rp 120,7 Triliun
Pemerintah melaksanakan kebijakan konversi minyak tanah (mitan) ke LPG sejak tahun 2007 untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM, terutama minyak tanah serta menekan subsidi BBM. Total penghematan yang diperoleh dari kebijakan tersebut hingga tahun 2013 mencapai Rp 120,766 triliun.
 
Selasa, 15 April 2014
Bangun Kilang, Pemerintah Siapkan Tanah 900 Hektar dan Insentif Pajak
Pemerintah berkomitmen membangun kilang baru, bekerja sama dengan pihak swasta.  Sebagai tahap awal, telah dilakukan market consultation di Singapura untuk menjaring investor.  Agar investor tertarik, pemerintah telah menyediakan lahan seluas 900 hektar di Bontang, Kalimantan Timur serta tax holiday 15 tahun.
 
Senin, 14 April 2014
Lebih Jauh Tentang Rig Migas
Rig pengeboran adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak gas bumi atau deposit mineral bawah tanah.  Ciri utama rig adalah adanya menara yang terbuat dari baja yang digunakan untuk menaik-turunkan pipa-pipa tubular sumur.
 
Jumat, 11 April 2014
Segera Diselenggarakan, The 5th Indonesia-US Energy Policy Dialogue
Pada 30 April hingga 2 Mei 2014, akan diselenggarakan The 5th Indonesia-US Energy Policy Dialogue di Washington DC, Amerika Serikat. RI-US Energy Policy Dialoque merupakan wadah pertemuan bilateral yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali secara bergantian.
 
Kamis, 10 April 2014
Mengenal Keselamatan Migas Indonesia
Pencarian migas di Indonesia dimulai tahun 1871. Peraturan pertambangan minyak dan gas bumi pertama kali dikeluarkan pada tahun 1899 (Indische Minjwet 1899), yang mengatur hak dan kewajiban pemegang konsesi (Wilayah Kuasa Pertambangan terhadap pemerintah). Pada tahun 1930, aspek keselamatan kerja termasuk pengawasannya ditangani secara hukum yakni dengan diundangkannya Mijn Ordonante dan Mijn Politie Reglement (MPR) yang mengatur mengenai keselamatan pekerja tambang.
 
Selasa, 08 April 2014
FSRU Lampung Segera Alirkan Gas
Floating Storage Receiving Terminal (FSRU) Lampung yang dibangun PT PGN telah selesai dibangun di Galangan Kapal Hyundai Heavy Industries, Ulsan, Korea Selatan, pada Senin (7/4) dan diberi nama PGN FSRU Lampung. FSRU akan berlayar dari Ulsan menuju Lampung pada Senin (14/4) dan diperkirakan sampai di Lampung pada pertengahan Mei 2014.
 
Senin, 07 April 2014
Realisasi Penyaluran BBM Bersubsidi Kuartal I 2014 Capai 23,6%
Realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga 31 Maret 2014 mencapai 11,2 juta KL atau 23,6% terhadap kuota BBM bersubsidi yang dialokasikan APBN 2014 kepada PT Pertamina (Persero).
 
Senin, 07 April 2014
Kolombia Tawarkan 97 Blok Migas ke Indonesia
Pemerintah Kolombia menawarkan 97 blok migasnya kepada investor di Indonesia. Blok migas yang ditawarkan tersebut,   terbagi dalam 57 blok migas konvensional  di darat, 13 blok migas konvensional di offshore atau lepas pantai, 19 blok non konvensional minyak dan shale gas serta 8 blok gas metana batubara ( CBM).
 
Jumat, 04 April 2014
Pembahasan Blok Natuna Alami Kemajuan
Pembahasan mengenai  item-item untuk pengembangan Blok East Natuna, mengalami kemajuan yang cukup berarti. Pemerintah berharap kontrak kerja sama (KKS)  blok tersebut dapat ditandatangani tahun ini.
 
Jumat, 04 April 2014
Usaha Pelayaran Kaji Penggunaan LNG Untuk Transportasi
PT Pelayaran Indonesia (Pelni) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka melakukan kajian bersama penggunaan LNG bagi armada kapal milik Pelni. Kerja sama ini untuk membuka kemungkinan penggunaan LNG bagi armada kapal yang dimiliki BUMN transportasi ini.
 
Kamis, 03 April 2014
ICP Maret 2014 Sebesar US$ 106,90 per Barel
Berdasarkan perhitungan Formula ICP, harga rata-rata minyak mentah Indonesia bulan Maret 2014 secara umum mengalami kenaikan terutama jenis minyak mentah jenis SLC, dibandingkan bulan Februari 2014. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP)  Maret 2014 mencapai US$ 106,08 per barel atau naik US$ 0,82 per barel dibanding Februari 2014 yang mencapai US$ 106,08 per barel.
 
Rabu, 02 April 2014
Dirjen Migas Terima CPNS 2013
Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro menerima 61 CPNS Ditjen Migas dan 22 CPNS BPH Migas yang lolos seleksi penerimaan tahun 2013 di Auditorium Migas, Rabu (2/4). Turut hadir dalam acara tersebut, para pejabat eselon II dan III di lingkungan Ditjen Migas dan BPH Migas.
 
 
Dekstop version