logo   22 Desember 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Jumat, 10 Juni 2011
Volume BBM Subsidi 2012 Antara 38,4-41 Juta KL
Pemerintah dan DPR sepakat volume BBM bersubsidi tahun 2012 berkisar antara 38,4-41 juta kilolite, dengan perincian: premium 23,2-24,6 juta kiloliter, minyak tanah/kerosene 2,1-2 juta kiloliter dan solar 13,1-14,4 juta kiloliter.


Volume tersebut sudah termasuk bahan bakar nabati (BBN) yang diasumsikan mendapat subsidi Rp 2.500-3.000 per liter untuk biodiesel dan Rp 3.000-3.500 per liter untuk bioethanol, jika harga BBN lebih tinggi dari BBM.

  

Sebelumnya, pemerintah mengajukan usulan agar volume BBM bersubsidi antara 38,4-45,6 juta kiloliter dan subsidi BBN untuk biodiesel Rp 3.000 per liter dan bioethanol Rp 3.500 per liter.

 

Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR mengenai Asumsi Makro 2012, Kamis (9/6), juga menyepakati volume LPG 3 kg sebesar 3,6 juta metrik ton, untuk menyelesaikan program Konversi Mitan ke LPG pada tahun 2012.

 

Dalam raker tersebut, Komisi VII DPR mendesak pemerintah melakukan langkah-langkah terobosan untuk perbaikan pengelolaan BBM bersubsidi agar lebih tepat volume dan sasaran, antara lain dengan melakukan penguatan kelembagaan termasuk lex specialist Kementerian ESDM dalam pembangunan infrastruktur energi dan pengaturan alokasi BBM bersubsidi pada sektor pengguna serta percepatan diversifikasi energi terutama melalui penggunaan gas di sektror transportasi darat.

 

Selain itu, melakukan verifikasi dan perbaikan data pengguna BBM bersubsidi dari sektor kelautan dan perikanan serta transportasi air sebagai basis penetapan volume yang tepat dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pendistribusian BBM bersubsidi dengan sistem tertutup.

 

“Serta kajian terhadap perubahan sistem subsidi dari model subsidi harga ke subsidi produk dan langsung,” kata Ketua Komis VII Teuku Riefky Harsya.

 

Komisi VII DPR juga meminta Menteri ESDM  mendorong peningkatan produksi BBN sebagai upaya percepatan diversifikasi energi antara lain melalui pemberian insentif yang lebih memadai bagi produsen BBN serta  mengupayakan seoptimal mungkin (best effort) penurunan volume BBM dari waktu ke waktu secara konsisten sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

                                                                                                         

 
>> Berita Lainnya
 
Minggu, 22 Desember 2014
Impor Bensin RON 88 Direkomendasikan Dihentikan
Tim Reformasi Tata Kelola Migas mengeluarkan rekomendasi kebijakan yang terkait dengan BBM bersubsidi dan perhitungan harga patokan BBM yaitu menghentikan impor BBM RON 88 (Premium) dan Gasoil 0,35% sulfur dan menggantikannya dengan impor Mogas 92 dan Gasoil 0,25% sulfur. Total, terdapat 6 item kebijakan yang direkomendasikan tim yang beranggotakan 13 orang ini.
 
Jumat, 19 Desember 2014
Energi Urusan Lintas Sektor
Masalah energi bukan hanya menjadi urusan Kementerian ESDM tetapi juga instansi terkait lainnya. Seluruh pihak yang berkepentingan harus duduk bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah di sektor energi.
 
Jumat, 19 Desember 2014
Opsi BBM Subsidi Masih Dibahas
Pemerintah masih membahas beberapa  opsi terkait rencana mengeluarkan kebijakan baru mengenai harga BBM bersubsidi, sebagai tindak lanjut terus menurunnya harga minyak dunia. Harga minyak mentah di pasar berjangka merosot ke posisi terendah dalam lima tahun terakhir  yaitu hampir menyentuh US$ 60 per barel.
 
Kamis, 19 Desember 2014
Kementerian ESDM Resmi Lelang Jabatan 5 Eselon I
Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral membuka kesempatan bagi Profesional baik berlatar Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun bukan Pegawai Negeri Sipil (non PNS), yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri mengikuti seleksi terbuka pengisian lowongan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian ESDM. Pendaftaran dibuka sejak tanggal 18 Desember 2014 hingga 7 Januari 2015 melalui website Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di www.esdm.go.id.
 
Kamis, 18 Desember 2014
Kilang Indonesia Tua, Impor BBM Lebih Murah
Kilang minyak Indonesia yang telah berusia tua, menjadikan harga BBM yang diolah di dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan impor. Meski demikian, untuk menjaga ketahanan energi nasional, kilang minyak baru tetap harus dibangun.
 
Rabu, 18 Desember 2014
Tim Reformasi Tata Kelola Migas Bertemu Petral
Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri, melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah Direksi PT Pertamina (Persero) dan PT Petral di Kementerian ESDM, rabu (17/12). Pertemuan yang berlangsung selama 5 jam  itu, bertujuan melakukan klarifikasi mengenai sejumlah persoalan dan data-data terkait kegiatan Petral, termasuk juga proses tender pengadaan minyak serta pencampuran minyak impor RON 92 menjadi RON 88, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Pemerintah.
 
Selasa, 16 Desember 2014
1.595 Peserta Ikuti Tes Wawancara CPNS KESDM Tahun 2014
Panitia Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian ESDM tahun 2014,Senin (15/12), mulai melaksanakan tes wawancara terhadap 1.595 peserta CPNSyang  dinyatakan lulus dari tes sebelumnya yaitu tes tertulis. Peserta wawancara atau tes kemampuan bidang (TKB) yang dinyatakan lulus akan diterima menjadi calon pegawai negeri sipil Kementerian ESDM.
 
Senin, 15 Desember 2014
Kemampuan Badan Usaha Pendamping Pertamina Harus Ditingkatkan
Menteri ESDM Sudirman Said meminta agar kemampuan badan usaha pendamping PT Pertamina dalam penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi dapat ditingkatkan.  Hal ini dimaksudkan agar Pertamina dapat lebih berkonsentrasi menjadi badan usaha kelas dunia.
 
Jumat, 13 Desember 2014
Pertamina dan AKR Jadi Penyedia dan Pendistribusi BBM Bersubsidi 2015
Pemerintah cq Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memutuskan PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk sebagai pelaksana penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi tahun 2015. 
 
Jumat, 12 Desember 2014
Menteri ESDM Serahkan DIPA Tahun 2015
Menteri ESDM Sudirman Said menyerahkan DIPA tahun 2015 kepada 11 Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Kementerian ESDM senilai Rp 10,02 triliun, Jumat (12/12) pagi. Untuk Ditjen Migas, diwakili oleh Pelaksana Tugas Dirjen Migas Naryanto Wagimin. Dana sebesar Rp 10,02 triliun tersebut, terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal.
 
Kamis, 11 Desember 2014
Menteri ESDM Resmikan Uji Coba Pipa Gas Arun Belawan
Menteri ESDM Sudirman Said meresmikan uji coba pengoperasian Pipa Gas Arun Belawan yang berkapasitas 300 MMSCFD dengan panjang 350 km. Untuk tahap uji coba ini,  fasilitas yang pembangunannya dilakukan sejak Agustus 2013 ini,  mendapat alokasi gas sebesar 185 MMSCFD  dari ExxonMobil (EMOI). Hadir dalam acara ini, Pelaksana Tugas Dirjen Migas Naryanto Wagimin, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Heri Poernomo, Direktur Gas Bumi BPH Migas Djoko Siswanto, Dirut PT Pertagas Hendra Jaya, Direktur Energi Baru PT Pertamina Yenni Andayani, Kepala Divisi Gas dan BBM PT PLN (Persero) Suryadi Mardjoeki dan  Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Hasiholan Silaen.
 
Kamis, 11 Desember 2014
Blok Migas Muara Bakau Produksi 2017
Pengembangan Blok Migas Muara Bakau diperkirakan mulai berproduksi pada kuartal pertama 2017 dengan puncak produksi diproyeksikan mencapai 450 juta kaki kubik per hari. Hingga minggu pertama Desember 2014 ini, perkembangan proyek yang dikelola ENI sebesar 15%.
 
Rabu, 10 Desember 2014
Upgrade Lima Kilang, Pertamina Investasi US$ 25 Miliar
Untuk menjamin ketahanan energi nasional, Pemerintah mendorong badan usaha untuk membangun atau meningkatkan kapasitas kilang. Sebagai tindak lanjut hal tersebut, PT Pertamina berupaya meningkatkan kapasitas dan upgrade lima kilangnya di Indonesia melalui konsep Refining Development Master Plan (RDMP) dengan investasi sekitar US$ 25 miliar selama sepuluh tahun ke depan.
 
Selasa, 09 Desember 2014
Menteri ESDM Terima DIPA Tahun Anggaran 2015
Menteri ESDM Sudirman Said bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Sutarman, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly serta  34 Gubernur di seluruh Indonesia, secara simbolis menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2015 dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (8/12).
 
Selasa, 09 Desember 2014
Direksi Pertamina Bertambah Tiga
Untuk memenuhi kebutuhan Pertamina agar lebih cepat mencapai target-target yang sudah dicanangkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk mengangkat tiga orang anggota direksi baru Pertamina periode 2014-2019. Tambahan tersebut menjadikan total anggota direksi Pertamina kini berjumlah tujuh orang.  
 
 
Dekstop version