logo   1 Februari 2015 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Jumat, 10 Juni 2011
Volume BBM Subsidi 2012 Antara 38,4-41 Juta KL
Pemerintah dan DPR sepakat volume BBM bersubsidi tahun 2012 berkisar antara 38,4-41 juta kilolite, dengan perincian: premium 23,2-24,6 juta kiloliter, minyak tanah/kerosene 2,1-2 juta kiloliter dan solar 13,1-14,4 juta kiloliter.


Volume tersebut sudah termasuk bahan bakar nabati (BBN) yang diasumsikan mendapat subsidi Rp 2.500-3.000 per liter untuk biodiesel dan Rp 3.000-3.500 per liter untuk bioethanol, jika harga BBN lebih tinggi dari BBM.

  

Sebelumnya, pemerintah mengajukan usulan agar volume BBM bersubsidi antara 38,4-45,6 juta kiloliter dan subsidi BBN untuk biodiesel Rp 3.000 per liter dan bioethanol Rp 3.500 per liter.

 

Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR mengenai Asumsi Makro 2012, Kamis (9/6), juga menyepakati volume LPG 3 kg sebesar 3,6 juta metrik ton, untuk menyelesaikan program Konversi Mitan ke LPG pada tahun 2012.

 

Dalam raker tersebut, Komisi VII DPR mendesak pemerintah melakukan langkah-langkah terobosan untuk perbaikan pengelolaan BBM bersubsidi agar lebih tepat volume dan sasaran, antara lain dengan melakukan penguatan kelembagaan termasuk lex specialist Kementerian ESDM dalam pembangunan infrastruktur energi dan pengaturan alokasi BBM bersubsidi pada sektor pengguna serta percepatan diversifikasi energi terutama melalui penggunaan gas di sektror transportasi darat.

 

Selain itu, melakukan verifikasi dan perbaikan data pengguna BBM bersubsidi dari sektor kelautan dan perikanan serta transportasi air sebagai basis penetapan volume yang tepat dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pendistribusian BBM bersubsidi dengan sistem tertutup.

 

“Serta kajian terhadap perubahan sistem subsidi dari model subsidi harga ke subsidi produk dan langsung,” kata Ketua Komis VII Teuku Riefky Harsya.

 

Komisi VII DPR juga meminta Menteri ESDM  mendorong peningkatan produksi BBN sebagai upaya percepatan diversifikasi energi antara lain melalui pemberian insentif yang lebih memadai bagi produsen BBN serta  mengupayakan seoptimal mungkin (best effort) penurunan volume BBM dari waktu ke waktu secara konsisten sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

                                                                                                         

 
>> Berita Lainnya
 
Jumat, 30 Januari 2015
Menteri ESDM Resmikan Proyek Infrastruktur Gas Bumi di Batam
Menteri ESDM Sudirman Said meresmikan tiga proyek infrastruktur gas bumi di Batam, Jumat (30/1). Proyek yang diresmikan adalah pipa distribusi gas bumi Panaran-Tanjung Uncang di Batam dan  jaringan pipa distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Bogor dan Tangerang.
 
Jumat, 30 Januari 2015
Kuota BBM Subsidi, BBN dan LGV Dibahas Pekan Depan
Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR mengenai Asumsi Makro RAPBN-P 2015 terkait Sektor ESDM, masih akan berlanjut pekan depan. Pertemuan akan membahas subsidi BBM, BBN, LGV serta listrik.
 
Kamis, 29 Januari 2015
Pemerintah dan DPR Sepakati Lifting Gas dan ICP
Pemerintah dan Komisi VII DPR menyepakati lifting gas bumi dalam RAPBN-P 2015 sebesar 1,221 juta barel setara minyak per hari dan ICP sebesar US$ 60 per barel, dalam Rapat Kerja di Gedung DPR-MPR, Kamis (29/1).
 
Rabu, 29 Januari 2015
Lifting Minyak Disepakati 825.000 Bph
Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR mengenai Asumsi Makro RAPBN-P 2015 Sub Sektor ESDM, Rabu (28/1), berlangsung alot. Dalam rapat yang berlangsung 6 jam tersebut, baru disepakati lifting minyak sebesar 825.000 barel per hari atau turun dari usulan semula 849.000 barel per hari.
 
Rabu, 28 Januari 2015
Pemerintah Kaji Harga LPG 3 Kg
Pemerintah tengah mengkaji dua opsi harga LPG tabung ukuran 3 kg, untuk menghindari kerugian PT Pertamina dan agen akibat terus meningkatnya biaya transportasi dalam 5 tahun terakhir. Sejak 2009, harga LPG ukuran 3 kg belum pernah mengalami perubahan.
 
Selasa, 27 Januari 2015
Lima PJBG Ditandatangani, Penerimaan Negara Bertambah US$ 617 Juta
Sebanyak lima perjanjian jual beli gas (PJBG) ditandatangani di Jakarta, Selasa (27/11). Seluruh kontrak diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan potensi penambahan pendapatan negara selama periode perjanjian jual beli sebesar US$ 617 juta atau Rp 7,7 triliun. Penandatangan dilakukan usai pembukaan INDOGAS yang dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi  I Gusti Nyoman Wiratmadja dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi. 
 
Selasa, 27 Januari 2015
Dirjen Migas Buka INDOGAS 2015
Ditandai dengan pemukulan gong, Pelaksana Tugas Dirjen Migas I Gusti Nyoman Wiramatmadja meresmikan pembukaan Konferensi dan Pameran Internasional Gas Indonesia (INDOGAS) 2015 di Jakarta Convention Centre, Selasa (27/1).
 
Selasa, 27 Januari 2015
Tim Reformasi Kaji Metode Cost Recovery dan SKK Migas
Setelah memberikan rekomendasi mengenai Bensin RON  88 dan Petral, Tim Reformasi Tata Kelola Migas saat ini tengah berkonsentrasi melakukan kajian hal-hal strategis lainnya seperti format SKK Migas, metode cost recovery mendatang dan hubungan kelembagaan antara Kementerian ESDM dengan SKK Migas.
 
Senin, 27 Januari 2015
Raker Perdana Menteri ESDM Dengan Komisi VII DPR
Menteri ESDM Sudirman Said didampingi para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas dan Kepala BPH Migas, menghadiri Rapat Kerja perdana dengan Komisi VII DPR, Senin (26/1). Raker yang dipimpin Ketua Komisi VII Kardaya Warnika ini, membahas evaluasi kinerja tahun 2014 dan persiapan pelaksanaan program tahun 2015.
 
Senin, 26 Januari 2015
Pemerintah Tunjuk Pertamina Jadi Lead Pembangunan Kilang Baru
Pemerintah menunjuk Pertamina sebagai lead untuk proyek-proyek kilang baru yang akan dibangun pemerintah dengan menggandeng mitra swasta, dengan skema public private partnership (PPP).
 
Jumat, 23 Januari 2015
Tahun 2015, Pemerintah Bangun Jargas di Dua Lokasi
Pemerintah masih akan meneruskan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga yang telah dilakukan sejak tahun 2009. Untuk tahun 2015, pembangunan jargas direncanakan akan dilakukan di Balikpapan dan Lhoksukon (Aceh) yang masing-masing sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR).
 
Kamis, 22 Januari 2015
Hingga 2019, 17 Kontrak Migas Akan Berakhir
Sebanyak 17 kontrak kerja sama (KKS) migas akan berakhir hingga 2019 mendatang. Dari jumlah tersebut, 2 diantaranya telah dilakukan perpanjangan yaitu Gebang Blok dan Offshore North West Java yang diperpanjang tanggal 23 Desember 2014.
 
Rabu, 21 Januari 2015
Pemerintah Ajukan Perubahan Lifting Migas RAPBN-P 2015
Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Pemerintah mengajukan lifting minyak dalam RAPBN-P 2015 sebesar 849.000 barel per hari dan lifting gas bumi  1.177.000 barel setara minyak per hari. Angka ini di bawah APBN 2015 di mana lifting minyak ditetapkan sebesar 900.000 barel per hari dan gas bumi 2.148.000 barel setara minyak per hari.
 
Rabu, 21 Januari 2015
Pemerintah Akan Tawarkan 8 WK Migas Konvensional
Untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional, Pemerintah berencana menawarkan 8 wilayah kerja (WK) migas konvensional tahun 2015. WK migas  ini  terdiri dari 4 WK yang ditawarkan melalui penawaran langsung dan 4 WK yang ditawarkan melalui lelang reguler.
 
Selasa, 20 Januari 2015
Pemerintah Kaji Distribusi Tertutup LPG 3 Kg
Sejalan dengan naiknya harga jual LPG tabung 12 kg, terjadi migrasi ke LPG tabung ukuran 3 kg. Agar penyaluran LPG 3 kg tepat sasaran, Pemerintah mengkaji opsi sistem distribusi tertutup.
 
 
Dekstop version