logo   18 Desember 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Kamis, 16 Juni 2011
Peta Wilayah Kerja Migas: 52% Onshore, 48% Offshore
Dari total 288 wilayah kerja (WK) migas nasional, 52% berada di daratan (onshore) dan 48% di lepas pantai (offshore). Perinciannya: KKKS ekplorasi sebanyak 160 WK, KKKS pengembangan 13 WK dan KKKS produksi 55 WK.


Demikian  dikemukakan Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo dalam acara Sosialisasi Asas Cabotage, kemarin.

Evita memaparkan, selanjutnya dari 19 WK migas baru yang ditawarkan pada semester I tahun 2011, hanya 10% di daratan dan 90% di lepas pantai.

”Hal ini mengindikasikan, kegiatan usaha hulu migas di Indonesia bergerak ke arah lepas pantai,” tambahnya.

Terkait dengan industri pelayaran nasional dalam kegiatan migas, lanjutnya, kenyataan ini perlu dilihat sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Industri pelayaran nasional dapat terlibat dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas lepas pantai melalui penyediaan kapal-kapal untuk kegiatan survei seismik, geofisika dan geoteknik.

Selain itu, penyediaan kapal untuk pengeboran migas lepas pantai seperti jack-up rig, swap barge rig, tender assist rig, semi submersible rig dan depp water ship.

“Konstruksi lepas pantai juga membutuhkan kapal-kapal yang memiliki fasilitas derrick, crane, pipe and cable laying serta subsea umbilical riser flexible (SURF) laying,” katanya.

Komitmen pemerintah untuk melibatkan industri pelayaran nasional dapat dimanfaatkan untuk membangun kompetensi pelayaran nasional sehingga dapat mendukung kegiatan eksplorasi dan eskploitasi migas di lepas pantai.

 
>> Berita Lainnya
 
Kamis, 19 Desember 2014
Kementerian ESDM Resmi Lelang Jabatan 5 Eselon I
Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral membuka kesempatan bagi Profesional baik berlatar Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun bukan Pegawai Negeri Sipil (non PNS), yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri mengikuti seleksi terbuka pengisian lowongan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian ESDM. Pendaftaran dibuka sejak tanggal 18 Desember 2014 hingga 7 Januari 2015 melalui website Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di www.esdm.go.id.
 
Kamis, 18 Desember 2014
Kilang Indonesia Tua, Impor BBM Lebih Murah
Kilang minyak Indonesia yang telah berusia tua, menjadikan harga BBM yang diolah di dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan impor. Meski demikian, untuk menjaga ketahanan energi nasional, kilang minyak baru tetap harus dibangun.
 
Rabu, 18 Desember 2014
Tim Reformasi Tata Kelola Migas Bertemu Petral
Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri, melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah Direksi PT Pertamina (Persero) dan PT Petral di Kementerian ESDM, rabu (17/12). Pertemuan yang berlangsung selama 5 jam  itu, bertujuan melakukan klarifikasi mengenai sejumlah persoalan dan data-data terkait kegiatan Petral, termasuk juga proses tender pengadaan minyak serta pencampuran minyak impor RON 92 menjadi RON 88, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Pemerintah.
 
Selasa, 16 Desember 2014
1.595 Peserta Ikuti Tes Wawancara CPNS KESDM Tahun 2014
Panitia Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian ESDM tahun 2014,Senin (15/12), mulai melaksanakan tes wawancara terhadap 1.595 peserta CPNSyang  dinyatakan lulus dari tes sebelumnya yaitu tes tertulis. Peserta wawancara atau tes kemampuan bidang (TKB) yang dinyatakan lulus akan diterima menjadi calon pegawai negeri sipil Kementerian ESDM.
 
Senin, 15 Desember 2014
Kemampuan Badan Usaha Pendamping Pertamina Harus Ditingkatkan
Menteri ESDM Sudirman Said meminta agar kemampuan badan usaha pendamping PT Pertamina dalam penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi dapat ditingkatkan.  Hal ini dimaksudkan agar Pertamina dapat lebih berkonsentrasi menjadi badan usaha kelas dunia.
 
Jumat, 13 Desember 2014
Pertamina dan AKR Jadi Penyedia dan Pendistribusi BBM Bersubsidi 2015
Pemerintah cq Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memutuskan PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk sebagai pelaksana penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi tahun 2015. 
 
Jumat, 12 Desember 2014
Menteri ESDM Serahkan DIPA Tahun 2015
Menteri ESDM Sudirman Said menyerahkan DIPA tahun 2015 kepada 11 Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Kementerian ESDM senilai Rp 10,02 triliun, Jumat (12/12) pagi. Untuk Ditjen Migas, diwakili oleh Pelaksana Tugas Dirjen Migas Naryanto Wagimin. Dana sebesar Rp 10,02 triliun tersebut, terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal.
 
Kamis, 11 Desember 2014
Menteri ESDM Resmikan Uji Coba Pipa Gas Arun Belawan
Menteri ESDM Sudirman Said meresmikan uji coba pengoperasian Pipa Gas Arun Belawan yang berkapasitas 300 MMSCFD dengan panjang 350 km. Untuk tahap uji coba ini,  fasilitas yang pembangunannya dilakukan sejak Agustus 2013 ini,  mendapat alokasi gas sebesar 185 MMSCFD  dari ExxonMobil (EMOI). Hadir dalam acara ini, Pelaksana Tugas Dirjen Migas Naryanto Wagimin, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Heri Poernomo, Direktur Gas Bumi BPH Migas Djoko Siswanto, Dirut PT Pertagas Hendra Jaya, Direktur Energi Baru PT Pertamina Yenni Andayani, Kepala Divisi Gas dan BBM PT PLN (Persero) Suryadi Mardjoeki dan  Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Hasiholan Silaen.
 
Kamis, 11 Desember 2014
Blok Migas Muara Bakau Produksi 2017
Pengembangan Blok Migas Muara Bakau diperkirakan mulai berproduksi pada kuartal pertama 2017 dengan puncak produksi diproyeksikan mencapai 450 juta kaki kubik per hari. Hingga minggu pertama Desember 2014 ini, perkembangan proyek yang dikelola ENI sebesar 15%.
 
Rabu, 10 Desember 2014
Upgrade Lima Kilang, Pertamina Investasi US$ 25 Miliar
Untuk menjamin ketahanan energi nasional, Pemerintah mendorong badan usaha untuk membangun atau meningkatkan kapasitas kilang. Sebagai tindak lanjut hal tersebut, PT Pertamina berupaya meningkatkan kapasitas dan upgrade lima kilangnya di Indonesia melalui konsep Refining Development Master Plan (RDMP) dengan investasi sekitar US$ 25 miliar selama sepuluh tahun ke depan.
 
Selasa, 09 Desember 2014
Menteri ESDM Terima DIPA Tahun Anggaran 2015
Menteri ESDM Sudirman Said bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Sutarman, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly serta  34 Gubernur di seluruh Indonesia, secara simbolis menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2015 dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (8/12).
 
Selasa, 09 Desember 2014
Direksi Pertamina Bertambah Tiga
Untuk memenuhi kebutuhan Pertamina agar lebih cepat mencapai target-target yang sudah dicanangkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk mengangkat tiga orang anggota direksi baru Pertamina periode 2014-2019. Tambahan tersebut menjadikan total anggota direksi Pertamina kini berjumlah tujuh orang.  
 
Senin, 08 Desember 2014
Penurunan Harga Minyak Hambat Pengembangan Migas Non Konvensional
Harga minyak dunia yang terus menunjukkan penurunan, dikhawatirkan semakin menyulitkan pengembangan migas non konvensional seperti gas metana batubara (CBM) dan shale gas. Padahal saat ini, dari 54 KKS CBM, hanya sebagian saja yang masih kembangkan oleh KKKS. Sementara sisanya ‘mati suri’.
 
Jumat, 05 Desember 2014
Wapres Jusuf Kalla Kunjungi Blok Cepu
Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Dirut PT Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto, Presiden EMCL, Jon M. Gibbs, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono, melakukan kunjungan kerja ke Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Jawa Timur, Jumat (5/12).
 
Jumat, 05 Desember 2014
Kilang Minyak Baru, Pertamina Jadi Offtaker
Tim Reformasi Tata Kelola Migas mengusulkan, demi mencapai ketahanan energi nasional, harus dibangun kilang minyak baru. PT Pertamina diminta membangun dan menjadi offtaker, sementara Pemerintah akan memberi kemudahan perizinan, insentif, menyediakan lahan dan membantu  mencarikan investor sebagai partner badan usaha milik negara tersebut.
 
 
Dekstop version