logo   2 Maret 2015 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Kamis, 31 Agustus 2012
Tiga Jenis Usaha Perkebunan dan Pertambangan Dikecualikan Dari Kewajiban Penggunaan BBM Non Subsidi
Untuk menjaga kestabilan harga bahan baku dan komoditas guna menunjang pembangunan nasional, untuk tahap pertama ada tiga jenis usaha perkebunan dan pertambangan dikecualikan dari kewajiban penggunaan BBM non subsidi yaitu perkebunan perorangan WNI yang melakukan usaha perkebunan dengan skala usaha kurang dari 25 hektar, pertambangan rakyat dan pengangkutan dan penjualan pertambangan batuan.


Ketiga jenis usaha tersebut dapat menggunakan BBM subsidi jenis minyak solar sampai dengan ditentukan lebih lanjut oleh Pemerintah.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo dalam sosialisasi di Kementerian ESDM, menjelaskan, Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengecualian ini. Jika aturan tersebut dinilai membuat  ketidakseimbangan, bukan tidak mungkin pengecualian ini dihentikan dalam waktu kurang dari 1 tahun. 

\"Belum ditentukan waktunya. Sangat tergantung perkembangan penggunaan BBM bersubsidi,\" tambahnya.

Pengecualian tiga jenis usaha tersebut, menurut Evita, dilakukan atas permintaan daerah untuk melindungi usaha perkebunan kecil, termasuk juga pertambangan rakyat dan usaha pengangkutan serta penjualan pertambangan batuan.

Agar tidak disalahgunakan, maka Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat. Terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran, akan dikenakan sanksi teguran. Jika teguran tidak juga diindahkan, maka dapat dilakukan pencabutan ijin.

Sementara itu terhadap perkebunan atau pertambangan yang tidak memiliki sendiri kendaraan operasional atau menyewa, maka kendaraan tersebut juga harus  menggunakan stiker penggunaan  BBM non subsidi. 

\"Kalau ketahuan tidak pakai stiker, kita akan minta kepada perusahaan itu untuk tidak sewa ke sana lagi,\" tegas Evita.

Sanksi terhadap pelanggar kebijakan ini, memang lebih keras. Pengawasannya dilakukan oleh BPH Migas dan dinas penerbit SKPD masing-masing Pemda.


 
>> Berita Lainnya
 
Senin, 02 Maret 2015
Pertamina Operasikan 5 SPB Vi-Gas
PT Pertamina (Persero) semakin memperkuat pengembangan pasar produk LGV (Liquefied Gas for Vehicle) yang dikenal dengan merek Vi-Gas di daerah Jakarta dengan diresmikannya lima Stasiun Penyaluran Bahan bakar Vi-Gas di Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Sabtu, 28 Februari 2015
SIARAN PERS : PENETAPAN HARGA BBM BULAN MARET 2015
Pemerintah terus mengikuti secara seksama dinamika mutakhir harga minyak dunia dan perekonomian nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015, kalau dilihat perkembangan harga minyak yang terjadi seharusnya Harga Jual Eceran BBM secara umum perlu dinaikkan. Demi untuk kestabilan perekonomian nasional, Pemerintah memutuskan bahwa harga BBM Minyak Solar subsidi serta Minyak Tanah, per tanggal 1 Maret 2015 pukul 00.00 WIB, dinyatakan tetap. Sedangkan untuk Bensin Premium RON 88 di wilayah penugasan Luar Jawa-Madura-Bali yang sebelumnya Rp. 6.600/liter naik menjadi Rp. 6.800/liter. Rinciannya sebagai berikut:
 
Jumat, 27 Februari 2015
Blok Mahakam, Pemerintah Analisa Proposal Pertamina
Pemerintah akan menganalisa proposal PT Pertamina terkait pengelolaan Blok Mahakam. Rencananya, pembahasan akan dilakukan hari ini, Jumat (27/2).
 
Jumat, 27 Februari 2015
Hindari Spekulan, Masyarakat Dihimbau Beli LPG di SPBU
Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan LPG tabung 3 kg dengan harga resmi, Pemerintah menghimbau masyarakat agar membeli di SPBU-SPBU. Pada tahap awal ini, SPBU yang menyediakan LPG masih terbatas di Pulau Jawa.
 
Kamis, 27 Februari 2015
Pasokan LPG Aman, Harga Tidak Naik
Pemerintah memastikan pasokan LPG tabung ukuran 3 kg aman dan tidak ada rencana untuk menaikkan harga jual. Kesulitan untuk mendapatkan LPG tabung 3 kg di beberapa tempat, selain lantaran adanya migrasi pengguna dari LPG tabung ukuran 12 kg ke 3 kg, panic buying masyarakat, juga ulah spekulan yang ingin meraup untung dengan menaikkan harga jual.
 
Kamis, 26 Februari 2015
LPG dan BBM Langka? Hubungi Nomor Iniā€¦.
Untuk mengatasi terjadinya kelangkaan LPG maupun BBM,  Ditjen Migas dan PT Pertamina telah membentuk Tim Gerak Cepat yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bila terjadi kelangkaan, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon (021) 500-000.
 
Kamis, 26 Februari 2015
Permen No 19 Direvisi, Badan Usaha Diberi Waktu Bangun Fasilitas
Pemerintah akan memberikan waktu kepada pelaku usaha di bidang distribusi gas bumi untuk membangun fasilitas infrastruktur.  Jangka waktu untuk pembangunan ini masih dalam pembahasan.
 
Rabu, 25 Februari 2015
Pembangunan Kilang Minyak Baru Dipercepat
Untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, Indonesia membutuhkan kilang minyak baru. Menurut rencana, dalam waktu dekat akan dibangun 2 kilang baru yaitu pertama,  kilang yang dibangun dengan menggandeng swasta (kerja sama pemerintah dan swasta/KPS) dan kedua, kilang yang dibangun murni oleh swasta. Pembangunan kilang minyak baru ini akan dipercepat.
 
Rabu, 25 Februari 2015
Gunakan TKDN di Atas 40 Persen, Pemerintah Berikan Insentif
Untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) , Pemerintah akan memberikan insentif kepada perusahaan minyak (KKKS), antara lain dalam bentuk kemudahan pajak.
 
Rabu, 25 Februari 2015
Peningkatan Daya Saing Produk Dalam Negeri Hulu Migas
Kompetisi global yang semakin meningkat, mewajibkan setiap negara untuk mampu meningkatkan keunggulan kompetitifnya agar dapat bersaing dengan negara lain melalui penguatan daya saing industri yang memiliki kemampuan manajemen yang efisien, produk yang berkualitas, harga yang kompetitif dan pelayanan prima. Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong peningkatan produk barang dan jasa di sektor hulu migas. Nilai belanja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada tahun 2014 sebesar US$ 19,916 miliar. Dari jumlah tersebut, pengadaan barang dan jasa tercatat US$ 17.354 miliar dengan nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 54%.
 
Selasa, 24 Februari 2015
Pemerintah Segera Akhiri 41 Kontrak Migas
Pemerintah akan melakukan pengakhiran 41 kontrak kerja sama migas karena tidak dapat memenuhi komitmen. Sebagian besar kontrak yang akan dikahiri tersebut merupakan wilayah kerja (WK) eksplorasi.
 
Senin, 23 Februari 2015
Pemerintah Akan Revisi Permen Tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa
Pemerintah akan merevisi Peraturan Menteri ESDM No 19 tahun 2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa. Revisi ini bertujuan untuk menertibkan pelaku usaha di bidang distribusi gas bumi agar dalam melakukan kegiatan usaha, harus memiliki infrastruktur.
 
Senin, 23 Februari 2015
Pengumuman Pelamar yang Lulus Seleksi Administrasi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian ESDM
Berdasarkan Pengumuman Nomor 018.Pm/72/SJN/2014 tanggal 17 Desember tentang Seleksi Terbuka Pengisian Lowongan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pengumuman Nomor 0001.Pm/72/SJN/2015 tanggal 13 Januari 2015 tentang Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian ESDM, dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan seleksi administrasi terhadap berkas lamaran yang telah masuk ke Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian ESDM sampai dengan tanggal 19 Januari 2015, pelamar yang dinyatakan LULUS seleksi administrasi dan dapat mengikuti tahapan selanjutnya adalah tersebut dalam lampiran pengumuman ini.
 
Jumat, 20 Februari 2015
Tiga Puluh Satu Orang Lolos Seleksi Terbuka Eselon I KESDM
Seleksi terbuka yang dilakukan Kementerian ESDM untuk 5 posisi pejabat eselon I, diminati oleh 110 pelamar. Dari jumlah tersebut, diperoleh 31 orang yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti assessment, pekan depan.
 
Jumat, 20 Februari 2015
Terminal Regasifikasi Arun Terima Kargo Perdana LNG Tangguh
Terminal regasifikasi Arun menerima kargo LNG (liquefied natural gas) perdana yang dikirimkan dari fasilitas  Tangguh LNG di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua, Kamis (19/2). Kargo yang dibeli oleh PT. PLN (Persero) telah tiba di Pelabuhan Blang Lancang, Aceh Darussalam, akan digunakan untuk commissioning atau uji coba fasilitas regasifikasi Arun yang baru.
 
 
Dekstop version