logo   29 Juli 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Kamis, 31 Agustus 2012
Tiga Jenis Usaha Perkebunan dan Pertambangan Dikecualikan Dari Kewajiban Penggunaan BBM Non Subsidi
Untuk menjaga kestabilan harga bahan baku dan komoditas guna menunjang pembangunan nasional, untuk tahap pertama ada tiga jenis usaha perkebunan dan pertambangan dikecualikan dari kewajiban penggunaan BBM non subsidi yaitu perkebunan perorangan WNI yang melakukan usaha perkebunan dengan skala usaha kurang dari 25 hektar, pertambangan rakyat dan pengangkutan dan penjualan pertambangan batuan.


Ketiga jenis usaha tersebut dapat menggunakan BBM subsidi jenis minyak solar sampai dengan ditentukan lebih lanjut oleh Pemerintah.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo dalam sosialisasi di Kementerian ESDM, menjelaskan, Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pengecualian ini. Jika aturan tersebut dinilai membuat  ketidakseimbangan, bukan tidak mungkin pengecualian ini dihentikan dalam waktu kurang dari 1 tahun. 

\"Belum ditentukan waktunya. Sangat tergantung perkembangan penggunaan BBM bersubsidi,\" tambahnya.

Pengecualian tiga jenis usaha tersebut, menurut Evita, dilakukan atas permintaan daerah untuk melindungi usaha perkebunan kecil, termasuk juga pertambangan rakyat dan usaha pengangkutan serta penjualan pertambangan batuan.

Agar tidak disalahgunakan, maka Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat. Terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran, akan dikenakan sanksi teguran. Jika teguran tidak juga diindahkan, maka dapat dilakukan pencabutan ijin.

Sementara itu terhadap perkebunan atau pertambangan yang tidak memiliki sendiri kendaraan operasional atau menyewa, maka kendaraan tersebut juga harus  menggunakan stiker penggunaan  BBM non subsidi. 

\"Kalau ketahuan tidak pakai stiker, kita akan minta kepada perusahaan itu untuk tidak sewa ke sana lagi,\" tegas Evita.

Sanksi terhadap pelanggar kebijakan ini, memang lebih keras. Pengawasannya dilakukan oleh BPH Migas dan dinas penerbit SKPD masing-masing Pemda.


 
>> Berita Lainnya
 
Jumat, 25 Juli 2014
Menteri ESDM Tinjau Kesiapan Sektor Migas Jelang Idul Fitri 1435 H
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik didampingi Dirjen Migas A. Edy Hermantoro, Kepala BPH Migas, Komisaris dan Direksi PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan kerja ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang milik PT Pertamina (Persero), Jumat (25/7). Peninjauan ini bertujuan untuk lebih memantapkan kehandalan pasokan, operasional dan langkah-langkah untuk menjaga keamanan pasokan BBM.
 
Kamis, 24 Juli 2014
Formula ICP Diperpanjang
Dalam rangka kelancaran dan kesinambungan perhitungan harga minyak mentah Indonesia dan sesuai dengan ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri ESDM No 23 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan Metodologi dan Formula Harga Minyak Indonesia, Menteri ESDM Jero Wacik tanggal 30 Juni 2014, menetapkan Keputusan Menteri ESDM No 3020 K/12/MEM/2014 tentang Penetapan Formula Harga Minyak Mentah Indonesia Periode Juli Sampai Dengan Desember 2014.
 
Rabu, 23 Juli 2014
Naik, Produksi Minyak Pertamina EP dan Petrochina di Papua
Sejalan dengan berkurangnya gangguan sosial dan upaya peningkatan produksi secara teknis, produksi minyak PT Pertamina EP Aset 5 Field Papua dan Petrochina International Bermuda di Papua mengalami kenaikan yang signifikan, melampaui target yang ditetapkan Pemerintah.  Rata-rata produksi minyak PT Pertamina EP Aset 5 Field Papua sejak Januari hingga Juni 2014 mencapai 1.156 barel minyak per hari, lebih tinggi dari target yang ditetapkan Pemerintah sebesar 1.047 barel minyak per hari.
 
Selasa, 22 Juli 2014
Wamen: Renegosiasi Harga Jual Tangguh Ke Korea Hampir Rampung
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menegaskan, renegosiasi kontrak harga jual gas alam cair (LNG) dari Kilang Tangguh di Papua Barat ke Korea, masih terus berlangsung dan akan selesai dalam waktu dekat.
 
Senin, 21 Juli 2014
KKS Shale Gas Kedua Segera ditandatangani
Pemerintah akan segera melakukan penandatanganan kontrak kerja sama (KKS) shale gas kedua. Pengembangan migas non konvensional ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional.
 
Jumat, 18 Juli 2014
Jelang Lebaran, Pasokan BBM dan LPG, Kelistrikan dan Kegeologian dalam Kondisi Aman
Posko Pemantauan Idul Fitri 2014  Kementerian ESDM melaporkan, untuk sektor Listrik, Migas, dan Geologi, dapat disimpulkan bahwa situasi aman dan terkendali. Stok nasional BBM dan LPG pada tanggal 17 Juli 2014 dalam kondisi normal, kelistrikan dan kegeologian masih dalam kondisi aman dan terkendali.
 
Jumat, 18 Juli 2014
Semester I, BBM Subsidi Habis 22,9 Juta KL
Selama Januari hingga Juni 2014, volume BBM bersubsidi yang telah digunakan mencapai 22,9 juta KL atau separuh dari kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan dalam APBN-P 2014 sebesar 46 juta KL. Karena itu, Menteri ESDM Jero Wacik menghimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan BBM bersubsidi
 
Jumat, 18 Juli 2014
Menteri ESDM Lantik 24 Pejabat Eselon II
Menteri ESDM Jero Wacik melantik dan mengambil sumpah 24 pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian ESDM, Jumat (18/7). Khusus untuk Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, para pejabat yang dilantik adalah Hufron, SH, M.Hum sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Migas, Ir. Agus Cahyono Adi, MT sebagai Direktur Pembinaan Program Migas, Ir. Naryanto Wagimin, M.Si sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas dan Ir. Heri Poernomo, MEMD sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas.
 
Kamis, 17 Juli 2014
Menteri ESDM Resmikan Road Test Pemanfaatan Biodiesel (B20) Pada Kendaraan Bermotor
Ditandai dengan pengisian campuran bahan bakar Solar dan Biodiesel (B20) dan pengangkatan bendera, Menteri ESDM Jero Wacik secara simbolis melepas kendaraan bermotor yang digunakan untuk uji jalan (road test) pemanfaatan biodiesel (B20) di Kementerian ESDM, Kamis (17/7) pagi.  
 
Selasa, 15 Juli 2014
Pemda Berharap Blok Cepu Segera Tingkatkan Produksi
Pemerintah daerah berharap produksi Blok Cepu dapat segera meningkat sesuai dengan rencana agar dana bagi hasil daerah juga meningkat dan dapat digunakan untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat sekitar blok tersebut.
 
Selasa, 15 Juli 2014
CNG Terangi Pulau Terpencil
Penggunaan bahan bakar gas sebagai pengganti BBM semakin intensif dilakukan pemerintah. PT PLN (Persero) memanfaatkan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) untuk memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik yang tidak terjangkau fasilitas pipa gas dan masih menggunakan mesin diesel berbahan bakar minyak solar. Seperti yang terjadi di pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. PLN Distribusi Jawa Timur bekerja sama dengan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak perusahaan PLN, telah membangun pusat listrik tenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 3x1 Megawatt (MW). Sebanyak dua unit mesin gas telah beroperasi dengan kapasitas 2 MW, sedangkan satu unit lainnya akan segera menyusul. Potensi penghematan yang akan diperoleh akibat pengurangan pemakaian BBM yakni sekitar Rp. 1, 488 milyar per bulan.
 
Senin, 14 Juli 2014
Rakor Penghitungan dan Evaluasi Realisasi Lifting Migas Triwulan II
Kementerian ESDM cq. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penghitungan dan Evaluasi Realisasi Lifting Migas Triwulan II tahun 2014 di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Senin (14/7). Hasil rakor ini akan menjadi dasar perhitungan dana bagi hasil (DBH) SDA migas bagi masing-masing daerah.
 
Jumat, 11 Juli 2014
Wamen ESDM Buka Internalisasi Reformasi Birokrasi
Bertempat di Auditorium Kementerian ESDM, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo membuka acara Internalisasi Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian SDM, Jumat (11/7). Hadir sebagai narasumber adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar dan Kepala BPKP Mardiasmo.
 
Kamis, 10 Juli 2014
Cegah Api Menjalar, Sele Raya Tutup 3 Sumur
Sumur West Belani-8, Lapangan West Belani, Blok Merangin II yang dioperasikan kontraktor kontrak kerja sama (kontraktor KKS) Sele Raya mengalami semburan liar tidak terkendali (blow out) pada Senin, 7 Juli 2014. Sumur terletak di Desa Belani, Kecamatan Bingin Teluk, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.  Untuk mengantisipasi menjalarnya api ke sumur-sumur lain, Sele Raya telah menutup tiga sumur terdekat dengan potensi kehilangan produksi 300 barel minyak per hari.
 
Selasa, 08 Juli 2014
Tangguh Pasok LNG Untuk FSRU Lampung
Sebagai bentuk komitmen industri hulu migas untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah memberikan persetujuan penandatanganan atas Master FOB LNG Sale and Purchase Agreement dan Confirmation Notice antara Tangguh LNG dan PT PGN LNG Indonesia untuk penjualan satu kargo LNG yang akan  dipasok untuk Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung. Dengan persetujuan yang ditandatangani 1 Juli 2014 ini, alokasi gas bumi domestik tahun 2014 telah mencapai 54% dari total produksi yang ada.
 
 
Dekstop version