logo   24 September 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Senin, 15 Oktober 2012
Menteri ESDM Serahkan Penghargaan Energi 2012
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyerahkan Penghargaan Energi tahun 2012 pada di Grand Ballroom Hotel The Dharmawangsa, Jumat (12/10) malam.

Acara Pemberian Penghargaan Energi 2012 merupakan rangkaian acara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-67 yang dihadiri oleh 250 undangan baik dari lingkungan Kementerian ESDM, beberapa kementerian terkait, kepala daerah, kepala dinas ESDM, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan di sektor ESDM di Indonesia serta organisasi profesi.

Penghargaan Energi 2012 merupakan suatu bentuk apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah untuk  menghargai jasa perorangan, kelompok masyarakat, perusahaan dan pemerintah daerah yang berjasa luar biasa dalam melaksanakan kegiatan usaha pengembangan, penyediaan, dan pemanfaatan energi dengan prinsip konservasi dan atau diversifikasi serta hemat energi yang menghasilkan produk nyata secara fisik sebagai hasil inovasi dan pengembangan teknologi baru.

Tujuan pemberian Penghargaan Energi 2012 adalah mendorong peran aktif masyarakat pemangku kepentingan untuk melakukan diversifikasi, konservasi dan budaya hemat energi serta menciptakan inovasi pengembangan sektor ESDM  sekaligus menjadi pemicu semakin memasyarakatnya budaya hemat energi dan penggunaan energi baru terbarukan.

Dasar hukum pelaksanaan Penghargaan Energi adalah Peraturan Menteri Nomor 04 Tahun 2011 tentang Penghargaan Energi.
Jasa dan peran aktif para pemangku kepentingan dalam melakukan diversifikasi, konservasi dan hemat energi maupun penciptaan inovasi serta teknologi yang berkesinambungan, dikategorikan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu :

  1. Penghargaan Energi Prakarsa diberikan kepada unsur masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok;
  2. Penghargaan Energi Pratama  diberikan kepada Perusahaan baik Nasional / Daerah atau Asing;
  3. Penghargaan Energi Prabawa  diberikan kepada Instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Rangkaian kegiatan ini cukup panjang, yaitu dimulai dari kegiatan sosialisasi melalui penyebaran informasi dan penjaringan calon hingga penganugerahan penghargaan energi. Jumlah keseluruhan calon penerima Penghargaan Energi tahun 2012 sebanyak 83 Calon dengan rincian 53 Calon Prakarsa, 20 Calon Pratama, dan 10 Calon Prabawa. Calon tersebut tersebar di 24 wilayah provinsi dan 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dari 83 Calon terdapat 26 calon yang telah ikut serta dalam Penghargaan Energi tahun 2011.

Tahap selanjutnya adalah kompilasi, identifikasi, evaluasi dan penilaian serta verifikasi terhadap semua calon yang masuk. Proses penilaian usulan calon  dilakukan oleh dewan juri yang berjumlah 9 orang yang berasal dari asosiasi sektor ESDM, perguruan tinggi, praktisi, tokoh masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.

Hasil akhir penilaian dewan juri telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebanyak 15 penerima penghargaan, yaitu kategori Prakarsa Perorangan sebanyak 3 (tiga),  dan Kelompok Masyarakat sebanyak 2 (dua), Kategori Pratama Perusahaan Nasional sebanyak 3 (tiga) dan Perusahaan Daerah 3 sebanyak 3 (tiga), dan  Kategori Prabawa sebanyak 2 (dua) Pemerintah Provinsi dan 2 (dua) Pemerintah Kabupaten.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut yang ditetapkan pada tanggal 27 September 2012 berturut-turut Nomor 2841 K/74/MEM/2012, Nomor 2844 K/74/MEM/2012, dan Nomor 2845 K/74/MEM/2012 menetapkan Penerima Penghargaan Energi tahun 2012 berikut :

  1. Penerima Penghargaan Energi Prakarsa:

Perorangan:

    1. H. M Dori Suhardi
    2. Noverius Henutesa Nggili, S.PT
    3. Sucipto

            Kelompok Masyarakat:

1.      Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan

2.      Perusahaan Listrik Nagari Silayang (PLNS)

 

  1. Penerima Penghargaan Energi Pratama:

Perusahaan Nasional:

    1. PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
    2. PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang
    3. Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd

             Perusahaan Daerah:

1.      CV. Cihanjuang Inti teknik (Cintek)

2.      CV. Qaryah Thayyibah

3.      PT. Swen Inovasi Transfer (SIT)

 

  1. Penerima Pengharaan Energi Prabawa:

1.      Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

2.      Pemerintah Provinsi Sumatera Barat

3.      Pemerintah Kabupaten Bantul

4.      Pemerintah Kabupaten Gayo Lues

 

Diharapkan Penghargaan Energi yang telah diselenggarakan untuk kali kedua ini dapat mendorong peran aktif masyarakat Indonesia, sehingga menyadari akan pentingnya kemandirian energi dalam rangka membangun ketahanan energi nasional melalui konservasi energi dan diversifikasi energi khususnya dalam pengelolaan energi yang berkelanjutan.

 
>> Berita Lainnya
 
Selasa, 23 September 2014
RAPBN 2015: Cost Recovery US$ 16 Miliar, Penerimaan Migas Rp 326,96 Triliu, Subsidi BBM Rp 276 Triliun
Badan Anggaran DPR dalam Rapat Kerja dengan Pemerintah, Senin (22/9), menetapkan besaran cost recovery pada RAPBN 2015 sebesar US$ 16 miliar dan penerimaan migas ditargetkan mencapai Rp 326,96 triliun serta subsidi BBM sebesar Rp 276 triliun.
 
Senin, 22 September 2014
Pengembangan Proyek Cepu Lebih Dari 90 Persen
Pengiriman menara tambat melengkapi perkembangan proyek minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur, yang telah mencapai lebih dari 90%  hingga minggu ketiga September 2014 ini. Menurut rencana, proyek Blok Cepu akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal Oktober mendatang.
 
Jumat, 19 September 2014
Distribusi Tertutup Solar Bersubsidi Diterapkan di Batam
Setelah sukses mengendalikan penggunaan Solar bersubsidi dengan menggunakan Kartu Survey di Batam, PT Pertamina (Persero)bekerja sama dengan BRI meluncurkan Fuel Card  sebagai pengembangannya. Berdasarkan hasil evaluasi, selama periode Maret hingga Juli 2014, penggunaan Kartu Survey telah membantu dalam penyaluran BBM bersubsidi menjadi tepat sasaran dan dalam volume yang wajar sehingga meminimalkan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
 
Kamis, 18 September 2014
Pemerintah Siapkan Payung Hukum Pembangunan Kilang
Pemerintah tengah menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) terkait pembangunan kilang minyak baru. Aturan ini diharapkan rampung pada Oktober 2014 mendatang.
 
Rabu, 17 September 2014
Pagu Anggaran KESDM 2015 Capai Rp 10,02 Triliun
Pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2015 ditetapkan sebesar Rp 10,02 triliun. Dari jumlah tersebut, pagu anggaran Ditjen Migas sebesar Rp 830,582 miliar. Sebelumnya berdasarkan Keputusan Menkeu No. 278/KMK.02/2014 ditetapkan pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2015 sebesar Rp 11,30 triliun. Namun berdasarkan hasil penelaahan dengan Ditjen Anggaran dan hasil penelitian serta review Biro Perencanaan dan Itjen ESDM, terdapat efisiensi sebesar Rp 1,28 triliun sehingga pagu anggaran Kementerian ESDM turun menjadi Rp 10,02 triliun.
 
Selasa, 16 September 2014
Kuota LPG 3 Kg Tahun 2014 Aman
PT Pertamina optimis kuota LPG tabung ukuran 3 kg untuk tahun 2014 yang ditetapkan sebesar 5,013 juta ton tak terganggu, menyusul kenaikan harga jual LPG tabung ukuran 12 kg pekan lalu. Migrasi pengguna 12 kg ke 3 kg diperkirakan hanya sekitar 2%.
 
Selasa, 16 September 2014
Dirjen Migas Tinjau Pembangunan Jargas di Semarang
Pembangunan jaringan distribusi gas bumi (jargas) untuk rumah tangga guna memberikan energi yang bersih dan murah bagi masyarakat serta mengurangi impor LPG, terus dilakukan pemerintah. Terkait hal tersebut, Dirjen Migas Kementerian ESDM meninjau pembangunan jargas di Semarang, Minggu (14/9).
 
Senin, 16 September 2014
Pemerintah dan Komisi VII Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2015
Rapat kerja Pemerintah dengan Komisi VII DPR yang dipimpin Milton Pakpahan, Senin (15/9), menyepakati asumsi makro RAPBN 2015 yang terkait sektor ESDM. Asumsi makro yang disepakati adalah ICP US$ 105 per barel, total produksi/lifting migas sebesar 2.148.000 barel setara minyak per hari, terdiri dari lifting minyak 900.000 barel per hari dan gas bumi 1.248.000 barel per hari.
 
Senin, 15 September 2014
Presiden Resmikan Proyek Migas Senilai Rp 13,6 Triliun
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan dua proyek migas di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (15/9).  Dua proyek tersebut adalah proyek pengembangan Lapangan Gas Ruby, Blok Sebuku yang dikelola oleh Mubadala Petroleum dan Sisi Nubi 2B, Blok Mahakam dengan operator Total E&P Indonesie dengan total investasi mencapai Rp 13,6 triliun.
 
Jumat, 12 September 2014
Dirjen Migas Tinjau Jargas di Rusun Marunda
Didampingi Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Heri Poernomo dan Sesditjen Migas Hufron Asrofi, Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro meninjau jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) yang dibangun Pemerintah di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Menurut rencana, jargas yang telah dibangun sejak 2011 ini akan segera dialiri gas bumi yang dipasok dan dikelola oleh PT PGN (Persero).  
 
Jumat, 12 September 2014
Warga Rusun Marunda Gembira Gas Segera Mengalir
Dalam waktu dekat ini, secara bertahap, Pemerintah akan segera mengalirkan gas bumi ke sekitar 500 rumah tangga di Blok A Rusun Marunda, Jakarta Utara, Rencana tersebut disambut gembira warga rusun yang ingin menikmati energi bersih dan hemat.
 
Kamis, 12 September 2014
Proyek Migas Harus Dipercepat
Pelaksana Tugas Menteri ESDM Chairul Tanjung dalam Rapat Pimpinan yang dihadiri para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM, Kamis (11/9), meminta agar dilakukan percepatan proyek-proyek di sektor ESDM, termasuk minyak dan gas bumi. Percepatan dilakukan atas perizinan, penanganan proyek besar dan perpanjangan kontrak.
 
Kamis, 11 September 2014
Chairul Tanjung Ditunjuk Sebagai Pelaksana Tugas Menteri ESDM
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Keputusan Presiden RI Nomor 77/P Tahun 2014 tanggal 9 September 2014, menunjuk Chairul Tanjung, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sebagai Pelaksana Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Kabinet Indonesia Bersatu II dalam sisa masa jabatan periode 2009-2014. Hari ini, Kamis(11/9), Chairul Tanjung akan memimpin Rapat Pimpinan  yang diikuti para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM.
 
Rabu, 10 September 2014
Harga Jual LPG 12 Kg Naik Rp 1.500 per Kg
Setelah mendapat persetujuan Pemerintah, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga jual LPG non-subsidi kemasan 12 kg sebesar Rp1.500 per kg (nett Pertamina) terhitung sejak tanggal 10 September 2014 pukul 00.00 waktu setempat. Dengan kenaikan ini, harga jual rata-rata Elpiji 12 kg nett dari Pertamina menjadi Rp 7.569 per kg dari sebelumnya Rp 6.069 per kg. Setelah ditambahkan dengan komponen lainnya, maka harga jual di agen menjadi Rp 9.519 per kg atau Rp 114.300 per tabung dari sebelumnya Rp 7.731 per kg atau Rp 92.800 per tabung.
 
Senin, 08 September 2014
Produksi Minyak Pertamina Naik 11,9 Persen
PT Pertamina (Persero) membukukan produksi sebesar 520.360 barel setara minyak per hari BOEPD pada semester I 2014, naik 11,9% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.
 
 
Dekstop version