logo   28 Januari 2015 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Senin, 07 Januari 2013
Sebanyak 241 Fasilitas Migas Ditetapkan Sebagai Obvitnas Sektor ESDM
Menteri ESDM Jero Wacik menetapkan Kepmen ESDM No 3407 K/07/MEM/2012 tentang Penetapan Obyek Vital Nasional di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, tanggal 21 Desember 2012. Sebanyak 241 fasilitas migas ditetapkan sebagai obyek vital nasional (obvitnas) di sektor ESDM.  

Ditetapkan dalam aturan tersebut, obyek vital nasional meliputi kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan usaha di sektor ESDM yang tercantum dalam lampiran Kepmen. Pengelola obvitnas sektor ESDM bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengamanan internal obvitnas masing-masing, dengan mengacu pada Keputusan Kapolri tentang Pedoman Sistem Pengamanan Obyek Vital Nasional.

Dengan ditetapkannya Kepmen ini, maka Kepmen ESDM No 1762 K/07/MEM/2007 tanggal 9 Mei 2007 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional di Sektor ESDM sebagaimana yang telah diubah dengan Kepmen ESDM No 2288 K/07/MEM/2008 tanggal 26 Agustus 2008 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Untuk subsektor migas, fasilitas yang termasuk obvitnas mencapai 241 unit, terdiri dari kegiatan hulu migas 108 unit dan kegiatan hilir migas sebanyak 133 unit.

Fasilitas kegiatan hulu migas yang termasuk obvitnas, antara lain fasilitas Blok B Offshore dan Onshore di Aceh yang dikelolo ExxonMobil Oil Indonesia, Inc, fasilitas Blok Corridor di Jambi dan Sumatera Selatan yang dikelola ConocoPhillips (Grissik) Ltd, fasilitas Blok Offshore North West Java serta Onshore Receiving Facility di Laut Jawa, Jawa Barat, dikelola PHE ONWJ dan Area Cepu di Jawa Tengah yang dikelola PT Pertamina EP.

Selain itu, fasilitas Blok Pangkah di Laut Jawa dan Gresik, Jawa Timur, dikelola oleh Hess (Indonesia-Pangkah) Ltd, fasilitas Blok East Kalimantan termasuk fasilitas Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Chevron Indonesia Company, fasilitas Blok Mahakam dan Tengah Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Total E&P Indonesie, fasilitas Lapangan dan Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, dikelola BP Berau Ltd dan fasilitas Blok Kepala Burung di Sorong, Papua, dikelola PetroChina Internasional (Bermuda) Ltd.

Sedangkan fasilitas kegiatan hilir migas yang termasuk obvitnas, antara lain Kilang LNG Arun di Aceh yang dikelola PT Arun NGL, Depot LPG Pangkalan Brandan di Sumatera Utara, dikelola PT Pertamina (Persero), Unit Bisnis Strategik 3 (SBU-3) Medan, Batam dan Pekan Baru di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau yang dikelola PT PGN, Kilang Pengolahan LPG Prabumulih di Sumatera Selatan yang dikelola PT Titis Sampurna dan Pipa transmisi gas alam Grissik, Pagardewa-Lampung-Banten-Bekasi yang dikelola PT PGN dan fasilitas penyimpanan AKR Lampung yang dikelola PT AKR Corporindo, Tbk.

Fasilitas lainnya, Regasing Fasilities Unit di Lepas Pantai Tanjung Priok Jakarta yang dikelola PT Nusantara Regas, Depo Pengisian Pesawat Udara Soekarno Hatta yang dikelola PT Pertamina (Persero), Kilang LNG Badak Bontang yang dikelola PT Badak NGL, Kilang Methanol Bunyu di Kalimantan Timur yang dikelola PT Pertamina (Persero), Instalasi Biak di Biak, Papua, dikelola PT Pertamina (Persero) dan Jober Timika yang dikelola PT Pertamina (Persero).(Tursilowulan)

 
>> Berita Lainnya
 
Rabu, 28 Januari 2015
Pemerintah Kaji Harga LPG 3 Kg
Pemerintah tengah mengkaji dua opsi harga LPG tabung ukuran 3 kg, untuk menghindari kerugian PT Pertamina dan agen akibat terus meningkatnya biaya transportasi dalam 5 tahun terakhir. Sejak 2009, harga LPG ukuran 3 kg belum pernah mengalami perubahan.
 
Selasa, 27 Januari 2015
Lima PJBG Ditandatangani, Penerimaan Negara Bertambah US$ 617 Juta
Sebanyak lima perjanjian jual beli gas (PJBG) ditandatangani di Jakarta, Selasa (27/11). Seluruh kontrak diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan potensi penambahan pendapatan negara selama periode perjanjian jual beli sebesar US$ 617 juta atau Rp 7,7 triliun. Penandatangan dilakukan usai pembukaan INDOGAS yang dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi  I Gusti Nyoman Wiratmadja dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi. 
 
Selasa, 27 Januari 2015
Dirjen Migas Buka INDOGAS 2015
Ditandai dengan pemukulan gong, Pelaksana Tugas Dirjen Migas I Gusti Nyoman Wiramatmadja meresmikan pembukaan Konferensi dan Pameran Internasional Gas Indonesia (INDOGAS) 2015 di Jakarta Convention Centre, Selasa (27/1).
 
Selasa, 27 Januari 2015
Tim Reformasi Kaji Metode Cost Recovery dan SKK Migas
Setelah memberikan rekomendasi mengenai Bensin RON  88 dan Petral, Tim Reformasi Tata Kelola Migas saat ini tengah berkonsentrasi melakukan kajian hal-hal strategis lainnya seperti format SKK Migas, metode cost recovery mendatang dan hubungan kelembagaan antara Kementerian ESDM dengan SKK Migas.
 
Senin, 27 Januari 2015
Raker Perdana Menteri ESDM Dengan Komisi VII DPR
Menteri ESDM Sudirman Said didampingi para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas dan Kepala BPH Migas, menghadiri Rapat Kerja perdana dengan Komisi VII DPR, Senin (26/1). Raker yang dipimpin Ketua Komisi VII Kardaya Warnika ini, membahas evaluasi kinerja tahun 2014 dan persiapan pelaksanaan program tahun 2015.
 
Senin, 26 Januari 2015
Pemerintah Tunjuk Pertamina Jadi Lead Pembangunan Kilang Baru
Pemerintah menunjuk Pertamina sebagai lead untuk proyek-proyek kilang baru yang akan dibangun pemerintah dengan menggandeng mitra swasta, dengan skema public private partnership (PPP).
 
Jumat, 23 Januari 2015
Tahun 2015, Pemerintah Bangun Jargas di Dua Lokasi
Pemerintah masih akan meneruskan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga yang telah dilakukan sejak tahun 2009. Untuk tahun 2015, pembangunan jargas direncanakan akan dilakukan di Balikpapan dan Lhoksukon (Aceh) yang masing-masing sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR).
 
Kamis, 22 Januari 2015
Hingga 2019, 17 Kontrak Migas Akan Berakhir
Sebanyak 17 kontrak kerja sama (KKS) migas akan berakhir hingga 2019 mendatang. Dari jumlah tersebut, 2 diantaranya telah dilakukan perpanjangan yaitu Gebang Blok dan Offshore North West Java yang diperpanjang tanggal 23 Desember 2014.
 
Rabu, 21 Januari 2015
Pemerintah Ajukan Perubahan Lifting Migas RAPBN-P 2015
Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Pemerintah mengajukan lifting minyak dalam RAPBN-P 2015 sebesar 849.000 barel per hari dan lifting gas bumi  1.177.000 barel setara minyak per hari. Angka ini di bawah APBN 2015 di mana lifting minyak ditetapkan sebesar 900.000 barel per hari dan gas bumi 2.148.000 barel setara minyak per hari.
 
Rabu, 21 Januari 2015
Pemerintah Akan Tawarkan 8 WK Migas Konvensional
Untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional, Pemerintah berencana menawarkan 8 wilayah kerja (WK) migas konvensional tahun 2015. WK migas  ini  terdiri dari 4 WK yang ditawarkan melalui penawaran langsung dan 4 WK yang ditawarkan melalui lelang reguler.
 
Selasa, 20 Januari 2015
Pemerintah Kaji Distribusi Tertutup LPG 3 Kg
Sejalan dengan naiknya harga jual LPG tabung 12 kg, terjadi migrasi ke LPG tabung ukuran 3 kg. Agar penyaluran LPG 3 kg tepat sasaran, Pemerintah mengkaji opsi sistem distribusi tertutup.
 
Selasa, 20 Januari 2015
Februari, Pemerintah Putuskan Blok Mahakam
Pemerintah akan memberikan keputusan mengenai perpanjangan Blok Mahakam pada Februari mendatang. Pada saat ini, pembahasan mengenai blok yang akan habis pada 2017 itu telah memasuki tahap akhir. Seluruh pihak juga telah memahami kemauan Pemerintah.
 
Senin, 19 Januari 2015
Menteri ESDM: Lelang Terbuka Demi Tekan Subyektivitas
Lelang terbuka untuk posisi pejabat eselon I yang dilakukan Kementerian ESDM saat ini, antara lain bertujuan menekan subyektivitas. Oleh karena itu, lebih dari 60% anggota panitia lelang jabatan merupakan pihak dari luar Kementerian ESDM.
 
Senin, 19 Januari 2015
Menteri ESDM Lantik Empat Pejabat Eselon II
Bertempat di Auditorium ESDM, Menteri ESDM Sudirman Said melantik dan mengambil sumpah empat Pejabat Struktural Eselon II di lingkungan Kementerian ESDM, Senin (19/1). Pengangkatan pejabat ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 0102 K/73/MEM/2015 tanggal 14 Januari 2015.
 
Jumat, 16 Januari 2015
Harga Premium Turun Jadi Rp 6.600, Solar Rp 6.400 per Liter
Bertempat di halaman Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/1), Presiden RI Joko Widodo mengumumkan harga baru Premium dari Rp 7.600 per liter menjadi Rp 6.600 per liter dan Solar dari Rp 7.250 per liter menjadi Rp 6.400 per liter. Penurunan harga ini mulai berlaku Senin (19/1) pukul 00.00 waktu setempat dan merupakan kali kedua selama Januari 2015.
 
 
Dekstop version