logo   25 Oktober 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Senin, 07 Januari 2013
Sebanyak 241 Fasilitas Migas Ditetapkan Sebagai Obvitnas Sektor ESDM
Menteri ESDM Jero Wacik menetapkan Kepmen ESDM No 3407 K/07/MEM/2012 tentang Penetapan Obyek Vital Nasional di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, tanggal 21 Desember 2012. Sebanyak 241 fasilitas migas ditetapkan sebagai obyek vital nasional (obvitnas) di sektor ESDM.  

Ditetapkan dalam aturan tersebut, obyek vital nasional meliputi kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan usaha di sektor ESDM yang tercantum dalam lampiran Kepmen. Pengelola obvitnas sektor ESDM bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengamanan internal obvitnas masing-masing, dengan mengacu pada Keputusan Kapolri tentang Pedoman Sistem Pengamanan Obyek Vital Nasional.

Dengan ditetapkannya Kepmen ini, maka Kepmen ESDM No 1762 K/07/MEM/2007 tanggal 9 Mei 2007 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional di Sektor ESDM sebagaimana yang telah diubah dengan Kepmen ESDM No 2288 K/07/MEM/2008 tanggal 26 Agustus 2008 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Untuk subsektor migas, fasilitas yang termasuk obvitnas mencapai 241 unit, terdiri dari kegiatan hulu migas 108 unit dan kegiatan hilir migas sebanyak 133 unit.

Fasilitas kegiatan hulu migas yang termasuk obvitnas, antara lain fasilitas Blok B Offshore dan Onshore di Aceh yang dikelolo ExxonMobil Oil Indonesia, Inc, fasilitas Blok Corridor di Jambi dan Sumatera Selatan yang dikelola ConocoPhillips (Grissik) Ltd, fasilitas Blok Offshore North West Java serta Onshore Receiving Facility di Laut Jawa, Jawa Barat, dikelola PHE ONWJ dan Area Cepu di Jawa Tengah yang dikelola PT Pertamina EP.

Selain itu, fasilitas Blok Pangkah di Laut Jawa dan Gresik, Jawa Timur, dikelola oleh Hess (Indonesia-Pangkah) Ltd, fasilitas Blok East Kalimantan termasuk fasilitas Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Chevron Indonesia Company, fasilitas Blok Mahakam dan Tengah Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Total E&P Indonesie, fasilitas Lapangan dan Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, dikelola BP Berau Ltd dan fasilitas Blok Kepala Burung di Sorong, Papua, dikelola PetroChina Internasional (Bermuda) Ltd.

Sedangkan fasilitas kegiatan hilir migas yang termasuk obvitnas, antara lain Kilang LNG Arun di Aceh yang dikelola PT Arun NGL, Depot LPG Pangkalan Brandan di Sumatera Utara, dikelola PT Pertamina (Persero), Unit Bisnis Strategik 3 (SBU-3) Medan, Batam dan Pekan Baru di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau yang dikelola PT PGN, Kilang Pengolahan LPG Prabumulih di Sumatera Selatan yang dikelola PT Titis Sampurna dan Pipa transmisi gas alam Grissik, Pagardewa-Lampung-Banten-Bekasi yang dikelola PT PGN dan fasilitas penyimpanan AKR Lampung yang dikelola PT AKR Corporindo, Tbk.

Fasilitas lainnya, Regasing Fasilities Unit di Lepas Pantai Tanjung Priok Jakarta yang dikelola PT Nusantara Regas, Depo Pengisian Pesawat Udara Soekarno Hatta yang dikelola PT Pertamina (Persero), Kilang LNG Badak Bontang yang dikelola PT Badak NGL, Kilang Methanol Bunyu di Kalimantan Timur yang dikelola PT Pertamina (Persero), Instalasi Biak di Biak, Papua, dikelola PT Pertamina (Persero) dan Jober Timika yang dikelola PT Pertamina (Persero).(Tursilowulan)

 
>> Berita Lainnya
 
Jumat, 25 Oktober 2014
Pertumbuhan Kebutuhan Gas Bumi 2015-2030 Capai 7 Persen
Kementerian ESDM belum lama ini meluncurkan Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014-2030. Dalam buku tersebut diungkapkan, gas bumi dalam Kebijakan Energi Nasional sampai dengan 2050, dioptimalkan pemanfaatannya dan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi, seperti  industri, pembangkit listrik, rumah tangga (city gas) dan transportasi serta diutamakan untuk pemanfaatan yang memiliki nilai tambah yang paling tinggi. Pertumbuhan rata-rata kebutuhan gas bumi dari tahun 2015-2020 adalah 6% per tahun, tahun 2020-2025 sebesar 7% per tahun dan 2025-2030 sebesar 5% per tahun.
 
Kamis, 23 Oktober 2014
Kembangkan CBM, Kontrak Perlu Diubah
Produksi gas metana batubara (CBM) hingga saat ini masih kurang dari 1 MMSCFD. Padahal, sejak dikembangkan tahun 2008, sebanyak 54 kontrak kerja sama (KKS) CBM telah ditandatangani. Untuk meningkatkan gairah KKKS dalam mengembangkan CBM, pemerintah menilai perlunya dilakukan perubahan dalam kontrak.
 
Rabu, 22 Oktober 2014
Mencari Cadangan Migas Dengan Aeromagnetik Survei
Pemerintah mendorong spekulatif survei untuk meningkatkan cadangan migas nasional. Spekulatif survei dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk aeromagnetik.  Survei aeromagnetik adalah survei geofisika menggunakan  magnetometer yang diletakkan di  pesawat  terbang. Di Indonesia, survei aeromagnetik mulai dilakukan sejak 2012.
 
Selasa, 22 Oktober 2014
Lapangan Bukit Tua Mulai Produksi April 2015
Proyek minyak dan gas bumi Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang yang terletak di perairan utara Madura, Jawa Timur, hingga awal Oktober 2014 mencapai 65%.   Salah satu kemajuan pengembangan proyek ini adalah fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (floating production storage and offloading/FPSO) yang diresmikan namanya di Galangan Kapal Keppel, Singapura, Selasa (21/10). Lapangan Bukit Tua diharapkan mulai berproduksi April 2015.
 
Senin, 20 Oktober 2014
Pemerintah Akan Tawarkan 6 WK Migas Putaran II Tahun 2014
Untuk meningkatkan produksi migas nasional, Pemerintah akan menawarkan sekitar 6 wilayah kerja (WK) migas konvensional putaran II tahun 2014. WK yang akan ditawarkan tersebut, terdiri dari 4 WK migas yang ditawarkan melalui penawaran langsung atau joint study dan 2 WK migas yang ditawarkan melalui tender reguler.
 
Sabtu, 18 Oktober 2014
Peluncuran Buku Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014-2030 Dan Buku Cadangan Penyangga Energi
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo meluncurkan buku Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014 dan buku Cadangan Penyangga Energi di Bandung, Jumat (17/10). Hadir dalam acara ini, para pejabat Eselon I Kementerian ESDM, Sekjen DEN, Plt. Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, serta perwakilan dari kementerian terkait.
 
Jumat, 17 Oktober 2014
Suhatman Ramli Pimpin TIPKM
Pucuk pimpinan Tim Independen Pengendalian Keselamatan Migas (TIPKM) berganti dari Dr. Ir. Waluyo kepada Suhatman Ramli yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua TIPKM.  Bertempat di Gedung Migas, Kamis (9/10),  Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro menyampaikan penghargaannya atas kerja keras yang telah dilakukan Waluyo selama memimpin TIPKM. 
 
Jumat, 17 Oktober 2014
Lima PJBG Ditandatangani, Penerimaan Negara Bertambah Rp 126 Triliun
Bertempat di Lobby Kementerian ESDM, Jumat (17/10), dilaksanakan penandatanganan lima perjanjian jual beli gas (PJBG). Seluruh kontrak diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan potensi penambahan penerimaan negara selama periode perjanjian sebesar US$ 10,5 miliar atau Rp 126 triliun. Menyaksikan penandatanganan ini, Pelaksana tugas Menteri ESDM Chairul Tanjung, Wamen ESDM Susilo Siswoutomo dan Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro serta Plt. Kepala SKK Migas J. Widjonarko.
 
Kamis, 17 Oktober 2014
Klarifikasi Berita Mengenai Gas Kota
Terkait pemberitaan di Harian Kompas tanggal 14 Oktober 2014 pada halaman 18 yang berjudul “Gas Kota Terus Dibangun”,  dengan ini kami meluruskan berita tersebut sebagai berikut:
 
Rabu, 15 Oktober 2014
Lima KKS Shale Gas Segera Ditandatangani
Untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, Pemerintah terus mendorong pengembangan migas konvensional dan non konvensional. Khusus mengenai migas non konvensional, dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan 5 kontrak kerja sama (KKS) shale gas.
 
Rabu, 15 Oktober 2014
SPB Vi-Gas di Mabes TNI Cilangkap Mulai Dioperasikan
Sebagai bentuk dukungan terhadap program konversi BBM ke bahan bakar gas, PT Pertamina mulai mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Vi-Gas di lingkungan Mabes TNI Cilangkap, Selasa (14/10). Peresmian pengoperasian SPBG dihadiri oleh Irjen TNI Letjan Asyafril Mahyudin, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Heri Poernomo dan Plt. Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen.
 
Selasa, 14 Oktober 2014
LNG Tangguh Segera Masuk ke FSRU Lampung
FSRU Lampung dalam waktu dekat akan menerima tambahan pasokan gas LNG (gas alam cair) sebanyak dua kargo dari Kilang LNG Tangguh, Papua. Dua kargo tersebut akan masuk ke PGN FSRU Lampung pada 26 Oktober dan 22 November 2014. Ini adalah kargo kedua dan ketiga yang akan masuk ke PGN FSRU Lampung setelah pada akhir Juli 2014, FSRU Lampung menerima kiriman kargo pertama.
 
Selasa, 14 Oktober 2014
Pertagas Pasok Gas Rumah Tangga di Jababeka
PT. Pertamina Gas (Pertagas) melalui anak perusahaannya PT. Pertagas Niaga, siap memasok gas untuk untuk perumahan dan kawasan komersial di Kawasan Mandiri Jababeka dengan perkiraan kebutuhan pasokan gas bumi sebesar 500.000 m3 per bulan. Pasokan gas bumi berasal dari sumber-sumber gas bumi yang ada di wilayah Jawa Barat. Penandatanganan kerja sama pasokan gas bumi komersial non industri (city gas), Senin (13/10), ditandatangani antara PT Pertagas Niaga dengan PT Jababeka Infrastruktur  di Jakarta.  Dalam penandatanganan itu, Pertagas  diwakili Direktur Utama Pertagas Niaga Jugi Prajugio dan  Tjahjadi Rahardja serta Sutedja Sidarta Darmono sebagai Direktur Utama dan Direktur PT  Jababeka Infrastruktur.
 
Senin, 14 Oktober 2014
Wamen ESDM Peroleh Bintang Mahaputera Utama
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, menganugerahi Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo dengan Bintang Mahaputera Utama. Penyematan Bintang Mahaputera Utama dilakukan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta, Senin (13/10).
 
Senin, 13 Oktober 2014
Malam Anugerah Sadar Energi dan Peluncuran Buku Wamen ESDM
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo  menghadiri malam Anugerah Sadar Energi dan Peluncuran Buku Wakil Menteri ESDM berjudul “Puasa” Subsidi BBM di Kementerian ESDM, Sabtu (11/10). Malam Anugerah Sadar Energi merupakan puncak rangkaian acara Festival Sadar Energi yang telah digelar di 4 kota sepanjang tahun 2014, yakni Yogyakarta (Universitas Pembangunan Nasional, 30 Mei), Makassar (Universitas Hasanuddin, 9 Juni), Bandung (Universitas Padjajaran, 16 Juni), dan Manado (Universitas Sam Ratulangi, 20 Agustus).
 
 
Dekstop version