logo   21 September 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Senin, 07 Januari 2013
Sebanyak 241 Fasilitas Migas Ditetapkan Sebagai Obvitnas Sektor ESDM
Menteri ESDM Jero Wacik menetapkan Kepmen ESDM No 3407 K/07/MEM/2012 tentang Penetapan Obyek Vital Nasional di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, tanggal 21 Desember 2012. Sebanyak 241 fasilitas migas ditetapkan sebagai obyek vital nasional (obvitnas) di sektor ESDM.  

Ditetapkan dalam aturan tersebut, obyek vital nasional meliputi kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan usaha di sektor ESDM yang tercantum dalam lampiran Kepmen. Pengelola obvitnas sektor ESDM bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengamanan internal obvitnas masing-masing, dengan mengacu pada Keputusan Kapolri tentang Pedoman Sistem Pengamanan Obyek Vital Nasional.

Dengan ditetapkannya Kepmen ini, maka Kepmen ESDM No 1762 K/07/MEM/2007 tanggal 9 Mei 2007 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional di Sektor ESDM sebagaimana yang telah diubah dengan Kepmen ESDM No 2288 K/07/MEM/2008 tanggal 26 Agustus 2008 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Untuk subsektor migas, fasilitas yang termasuk obvitnas mencapai 241 unit, terdiri dari kegiatan hulu migas 108 unit dan kegiatan hilir migas sebanyak 133 unit.

Fasilitas kegiatan hulu migas yang termasuk obvitnas, antara lain fasilitas Blok B Offshore dan Onshore di Aceh yang dikelolo ExxonMobil Oil Indonesia, Inc, fasilitas Blok Corridor di Jambi dan Sumatera Selatan yang dikelola ConocoPhillips (Grissik) Ltd, fasilitas Blok Offshore North West Java serta Onshore Receiving Facility di Laut Jawa, Jawa Barat, dikelola PHE ONWJ dan Area Cepu di Jawa Tengah yang dikelola PT Pertamina EP.

Selain itu, fasilitas Blok Pangkah di Laut Jawa dan Gresik, Jawa Timur, dikelola oleh Hess (Indonesia-Pangkah) Ltd, fasilitas Blok East Kalimantan termasuk fasilitas Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Chevron Indonesia Company, fasilitas Blok Mahakam dan Tengah Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Total E&P Indonesie, fasilitas Lapangan dan Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, dikelola BP Berau Ltd dan fasilitas Blok Kepala Burung di Sorong, Papua, dikelola PetroChina Internasional (Bermuda) Ltd.

Sedangkan fasilitas kegiatan hilir migas yang termasuk obvitnas, antara lain Kilang LNG Arun di Aceh yang dikelola PT Arun NGL, Depot LPG Pangkalan Brandan di Sumatera Utara, dikelola PT Pertamina (Persero), Unit Bisnis Strategik 3 (SBU-3) Medan, Batam dan Pekan Baru di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau yang dikelola PT PGN, Kilang Pengolahan LPG Prabumulih di Sumatera Selatan yang dikelola PT Titis Sampurna dan Pipa transmisi gas alam Grissik, Pagardewa-Lampung-Banten-Bekasi yang dikelola PT PGN dan fasilitas penyimpanan AKR Lampung yang dikelola PT AKR Corporindo, Tbk.

Fasilitas lainnya, Regasing Fasilities Unit di Lepas Pantai Tanjung Priok Jakarta yang dikelola PT Nusantara Regas, Depo Pengisian Pesawat Udara Soekarno Hatta yang dikelola PT Pertamina (Persero), Kilang LNG Badak Bontang yang dikelola PT Badak NGL, Kilang Methanol Bunyu di Kalimantan Timur yang dikelola PT Pertamina (Persero), Instalasi Biak di Biak, Papua, dikelola PT Pertamina (Persero) dan Jober Timika yang dikelola PT Pertamina (Persero).(Tursilowulan)

 
>> Berita Lainnya
 
Jumat, 19 September 2014
Distribusi Tertutup Solar Bersubsidi Diterapkan di Batam
Setelah sukses mengendalikan penggunaan Solar bersubsidi dengan menggunakan Kartu Survey di Batam, PT Pertamina (Persero)bekerja sama dengan BRI meluncurkan Fuel Card  sebagai pengembangannya. Berdasarkan hasil evaluasi, selama periode Maret hingga Juli 2014, penggunaan Kartu Survey telah membantu dalam penyaluran BBM bersubsidi menjadi tepat sasaran dan dalam volume yang wajar sehingga meminimalkan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
 
Kamis, 18 September 2014
Pemerintah Siapkan Payung Hukum Pembangunan Kilang
Pemerintah tengah menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) terkait pembangunan kilang minyak baru. Aturan ini diharapkan rampung pada Oktober 2014 mendatang.
 
Rabu, 17 September 2014
Pagu Anggaran KESDM 2015 Capai Rp 10,02 Triliun
Pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2015 ditetapkan sebesar Rp 10,02 triliun. Dari jumlah tersebut, pagu anggaran Ditjen Migas sebesar Rp 830,582 miliar. Sebelumnya berdasarkan Keputusan Menkeu No. 278/KMK.02/2014 ditetapkan pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2015 sebesar Rp 11,30 triliun. Namun berdasarkan hasil penelaahan dengan Ditjen Anggaran dan hasil penelitian serta review Biro Perencanaan dan Itjen ESDM, terdapat efisiensi sebesar Rp 1,28 triliun sehingga pagu anggaran Kementerian ESDM turun menjadi Rp 10,02 triliun.
 
Selasa, 16 September 2014
Kuota LPG 3 Kg Tahun 2014 Aman
PT Pertamina optimis kuota LPG tabung ukuran 3 kg untuk tahun 2014 yang ditetapkan sebesar 5,013 juta ton tak terganggu, menyusul kenaikan harga jual LPG tabung ukuran 12 kg pekan lalu. Migrasi pengguna 12 kg ke 3 kg diperkirakan hanya sekitar 2%.
 
Selasa, 16 September 2014
Dirjen Migas Tinjau Pembangunan Jargas di Semarang
Pembangunan jaringan distribusi gas bumi (jargas) untuk rumah tangga guna memberikan energi yang bersih dan murah bagi masyarakat serta mengurangi impor LPG, terus dilakukan pemerintah. Terkait hal tersebut, Dirjen Migas Kementerian ESDM meninjau pembangunan jargas di Semarang, Minggu (14/9).
 
Senin, 16 September 2014
Pemerintah dan Komisi VII Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2015
Rapat kerja Pemerintah dengan Komisi VII DPR yang dipimpin Milton Pakpahan, Senin (15/9), menyepakati asumsi makro RAPBN 2015 yang terkait sektor ESDM. Asumsi makro yang disepakati adalah ICP US$ 105 per barel, total produksi/lifting migas sebesar 2.148.000 barel setara minyak per hari, terdiri dari lifting minyak 900.000 barel per hari dan gas bumi 1.248.000 barel per hari.
 
Senin, 15 September 2014
Presiden Resmikan Proyek Migas Senilai Rp 13,6 Triliun
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan dua proyek migas di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (15/9).  Dua proyek tersebut adalah proyek pengembangan Lapangan Gas Ruby, Blok Sebuku yang dikelola oleh Mubadala Petroleum dan Sisi Nubi 2B, Blok Mahakam dengan operator Total E&P Indonesie dengan total investasi mencapai Rp 13,6 triliun.
 
Jumat, 12 September 2014
Dirjen Migas Tinjau Jargas di Rusun Marunda
Didampingi Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Heri Poernomo dan Sesditjen Migas Hufron Asrofi, Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro meninjau jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) yang dibangun Pemerintah di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Menurut rencana, jargas yang telah dibangun sejak 2011 ini akan segera dialiri gas bumi yang dipasok dan dikelola oleh PT PGN (Persero).  
 
Jumat, 12 September 2014
Warga Rusun Marunda Gembira Gas Segera Mengalir
Dalam waktu dekat ini, secara bertahap, Pemerintah akan segera mengalirkan gas bumi ke sekitar 500 rumah tangga di Blok A Rusun Marunda, Jakarta Utara, Rencana tersebut disambut gembira warga rusun yang ingin menikmati energi bersih dan hemat.
 
Kamis, 12 September 2014
Proyek Migas Harus Dipercepat
Pelaksana Tugas Menteri ESDM Chairul Tanjung dalam Rapat Pimpinan yang dihadiri para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM, Kamis (11/9), meminta agar dilakukan percepatan proyek-proyek di sektor ESDM, termasuk minyak dan gas bumi. Percepatan dilakukan atas perizinan, penanganan proyek besar dan perpanjangan kontrak.
 
Kamis, 11 September 2014
Chairul Tanjung Ditunjuk Sebagai Pelaksana Tugas Menteri ESDM
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Keputusan Presiden RI Nomor 77/P Tahun 2014 tanggal 9 September 2014, menunjuk Chairul Tanjung, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sebagai Pelaksana Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Kabinet Indonesia Bersatu II dalam sisa masa jabatan periode 2009-2014. Hari ini, Kamis(11/9), Chairul Tanjung akan memimpin Rapat Pimpinan  yang diikuti para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM.
 
Rabu, 10 September 2014
Harga Jual LPG 12 Kg Naik Rp 1.500 per Kg
Setelah mendapat persetujuan Pemerintah, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga jual LPG non-subsidi kemasan 12 kg sebesar Rp1.500 per kg (nett Pertamina) terhitung sejak tanggal 10 September 2014 pukul 00.00 waktu setempat. Dengan kenaikan ini, harga jual rata-rata Elpiji 12 kg nett dari Pertamina menjadi Rp 7.569 per kg dari sebelumnya Rp 6.069 per kg. Setelah ditambahkan dengan komponen lainnya, maka harga jual di agen menjadi Rp 9.519 per kg atau Rp 114.300 per tabung dari sebelumnya Rp 7.731 per kg atau Rp 92.800 per tabung.
 
Senin, 08 September 2014
Produksi Minyak Pertamina Naik 11,9 Persen
PT Pertamina (Persero) membukukan produksi sebesar 520.360 barel setara minyak per hari BOEPD pada semester I 2014, naik 11,9% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.
 
Senin, 08 September 2014
Proyek Arun Prioritaskan Gas Untuk Aceh
Proyek Arun LNG Receiving, Hub & Regasification Terminal akan memberikan prioritas  penyediaan gas  untuk industri hilir, termasuk  PLN, sekitar  Aceh, khususnya Lhokseumawe dan Aceh Utara, agar kekurangan daya listrik di Aceh  dapat tertanggulangi. Proyek ini  dibangun  untuk ikut menggerakan  ekonomi   dan industri Aceh bisa bangkit kembali.
 
Jumat, 05 September 2014
PNS Pusdiklat Geologi Berkunjung ke Ditjen Migas
Dalam rangka kegiatan pendidikan dan pelatihan studi pendahuluan eksplorasi migas, sebanyak 15 PNS di lingkungan Pusat Pendidikan Geologi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ESDM, melakukan kunjungan praktek kerja lapangan  ke Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas, Kamis (4/9).
 
 
Dekstop version