logo   30 Oktober 2014 indo | English 
Home | Artikel | Agenda | Berita | Publikasi | Pengumuman | Peraturan | Profil Institusi | Prosedur | Humaniora | Surat Pembaca | Arsip Berita
>> Berita
 
Senin, 07 Januari 2013
Sebanyak 241 Fasilitas Migas Ditetapkan Sebagai Obvitnas Sektor ESDM
Menteri ESDM Jero Wacik menetapkan Kepmen ESDM No 3407 K/07/MEM/2012 tentang Penetapan Obyek Vital Nasional di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, tanggal 21 Desember 2012. Sebanyak 241 fasilitas migas ditetapkan sebagai obyek vital nasional (obvitnas) di sektor ESDM.  

Ditetapkan dalam aturan tersebut, obyek vital nasional meliputi kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan usaha di sektor ESDM yang tercantum dalam lampiran Kepmen. Pengelola obvitnas sektor ESDM bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengamanan internal obvitnas masing-masing, dengan mengacu pada Keputusan Kapolri tentang Pedoman Sistem Pengamanan Obyek Vital Nasional.

Dengan ditetapkannya Kepmen ini, maka Kepmen ESDM No 1762 K/07/MEM/2007 tanggal 9 Mei 2007 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional di Sektor ESDM sebagaimana yang telah diubah dengan Kepmen ESDM No 2288 K/07/MEM/2008 tanggal 26 Agustus 2008 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Untuk subsektor migas, fasilitas yang termasuk obvitnas mencapai 241 unit, terdiri dari kegiatan hulu migas 108 unit dan kegiatan hilir migas sebanyak 133 unit.

Fasilitas kegiatan hulu migas yang termasuk obvitnas, antara lain fasilitas Blok B Offshore dan Onshore di Aceh yang dikelolo ExxonMobil Oil Indonesia, Inc, fasilitas Blok Corridor di Jambi dan Sumatera Selatan yang dikelola ConocoPhillips (Grissik) Ltd, fasilitas Blok Offshore North West Java serta Onshore Receiving Facility di Laut Jawa, Jawa Barat, dikelola PHE ONWJ dan Area Cepu di Jawa Tengah yang dikelola PT Pertamina EP.

Selain itu, fasilitas Blok Pangkah di Laut Jawa dan Gresik, Jawa Timur, dikelola oleh Hess (Indonesia-Pangkah) Ltd, fasilitas Blok East Kalimantan termasuk fasilitas Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Chevron Indonesia Company, fasilitas Blok Mahakam dan Tengah Offshore dan Onshore di Kalimantan Timur yang dikelola Total E&P Indonesie, fasilitas Lapangan dan Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, dikelola BP Berau Ltd dan fasilitas Blok Kepala Burung di Sorong, Papua, dikelola PetroChina Internasional (Bermuda) Ltd.

Sedangkan fasilitas kegiatan hilir migas yang termasuk obvitnas, antara lain Kilang LNG Arun di Aceh yang dikelola PT Arun NGL, Depot LPG Pangkalan Brandan di Sumatera Utara, dikelola PT Pertamina (Persero), Unit Bisnis Strategik 3 (SBU-3) Medan, Batam dan Pekan Baru di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau yang dikelola PT PGN, Kilang Pengolahan LPG Prabumulih di Sumatera Selatan yang dikelola PT Titis Sampurna dan Pipa transmisi gas alam Grissik, Pagardewa-Lampung-Banten-Bekasi yang dikelola PT PGN dan fasilitas penyimpanan AKR Lampung yang dikelola PT AKR Corporindo, Tbk.

Fasilitas lainnya, Regasing Fasilities Unit di Lepas Pantai Tanjung Priok Jakarta yang dikelola PT Nusantara Regas, Depo Pengisian Pesawat Udara Soekarno Hatta yang dikelola PT Pertamina (Persero), Kilang LNG Badak Bontang yang dikelola PT Badak NGL, Kilang Methanol Bunyu di Kalimantan Timur yang dikelola PT Pertamina (Persero), Instalasi Biak di Biak, Papua, dikelola PT Pertamina (Persero) dan Jober Timika yang dikelola PT Pertamina (Persero).(Tursilowulan)

 
>> Berita Lainnya
 
Kamis, 30 Oktober 2014
Sudirman Said: Sektor ESDM Terlalu Penting Untuk Diurus Secara Sembrono
Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan kembali tekadnya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Kementerian ESDM dengan cara membangun perilaku yang baik, bukan dengan iklan. Sektor ESDM terlalu penting untuk diurus secara sembrono atau dipengaruhi oleh  kepentingan pribadi dan kelompok.
 
Kamis, 30 Oktober 2014
Subsidi Harus Tepat Sasaran
Subsidi BBM yang semakin memberatkan keuangan negara, akan dikembalikan sesuai track-nya. Pemerintah akan melakukan kebijakan pemberian subsidi kepada masyarakat yang berhak menerimanya agar tepat guna dan tepat sasaran.
 
Rabu, 29 Oktober 2014
Serah Terima Jabatan Menteri ESDM
Bertempat di Lobby Kementerian ESDM, Rabu (29/10), dilaksanakan Serah Terima Jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari Chairul Tanjung kepada Sudirman Said.  Mengawali acara yang dihadiri mantan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, mantan wamen ESDM Susilo Siswoutomo, para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM, SKK Migas, BPH Migas dan stakeholder tersebut, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan dilanjutkan dengan penyerahan memori akhir jabatan dari Menteri ESDM Kabinet Indonesia Bersatu II kepada Menteri ESDM Kabinet Kerja.
 
Rabu, 29 Oktober 2014
Urai Sumbatan Jadi Prioritas Menteri ESDM
Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan, dirinya akan meninjau seluruh keputusan di sektor ESDM yang selama ini tertunda karena beberapa alasan. Review akan dilakukan dalam satu hingga dua hari dan apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, maka pengambilan keputusan akan dilakukan. Prioritas Menteri ESDM saat ini adalah mengetahui kendala serta  mengurai sumbatan-sumbatan yang terjadi.
 
Selasa, 28 Oktober 2014
Sudirman Said: Kembalikan Kepercayaan Publik Kepada Sektor ESDM
Menteri ESDM Sudirman Said meminta media massa membantu Pemerintah membangun kembali kepercayaan publik kepada sektor ESDM. Berbagai peristiwa yang telah dialami, telah menyebabkan kepercayaan masyarakat kepada sektor ini menurun.
 
Senin, 27 Oktober 2014
Presiden Joko Widodo Lantik Sudirman Said Sebagai Menteri ESDM
Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah Sudirman Said sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Kabinet Kerja 2014-2019 di Istana Negara, Senin (27/10) siang.  Bersama Sudirman, dilantik pula 33 menteri lainnya.  
 
Jumat, 25 Oktober 2014
Pertumbuhan Kebutuhan Gas Bumi 2015-2030 Capai 7 Persen
Kementerian ESDM belum lama ini meluncurkan Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014-2030. Dalam buku tersebut diungkapkan, gas bumi dalam Kebijakan Energi Nasional sampai dengan 2050, dioptimalkan pemanfaatannya dan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi, seperti  industri, pembangkit listrik, rumah tangga (city gas) dan transportasi serta diutamakan untuk pemanfaatan yang memiliki nilai tambah yang paling tinggi. Pertumbuhan rata-rata kebutuhan gas bumi dari tahun 2015-2020 adalah 6% per tahun, tahun 2020-2025 sebesar 7% per tahun dan 2025-2030 sebesar 5% per tahun.
 
Kamis, 23 Oktober 2014
Kembangkan CBM, Kontrak Perlu Diubah
Produksi gas metana batubara (CBM) hingga saat ini masih kurang dari 1 MMSCFD. Padahal, sejak dikembangkan tahun 2008, sebanyak 54 kontrak kerja sama (KKS) CBM telah ditandatangani. Untuk meningkatkan gairah KKKS dalam mengembangkan CBM, pemerintah menilai perlunya dilakukan perubahan dalam kontrak.
 
Rabu, 22 Oktober 2014
Mencari Cadangan Migas Dengan Aeromagnetik Survei
Pemerintah mendorong spekulatif survei untuk meningkatkan cadangan migas nasional. Spekulatif survei dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk aeromagnetik.  Survei aeromagnetik adalah survei geofisika menggunakan  magnetometer yang diletakkan di  pesawat  terbang. Di Indonesia, survei aeromagnetik mulai dilakukan sejak 2012.
 
Selasa, 22 Oktober 2014
Lapangan Bukit Tua Mulai Produksi April 2015
Proyek minyak dan gas bumi Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang yang terletak di perairan utara Madura, Jawa Timur, hingga awal Oktober 2014 mencapai 65%.   Salah satu kemajuan pengembangan proyek ini adalah fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (floating production storage and offloading/FPSO) yang diresmikan namanya di Galangan Kapal Keppel, Singapura, Selasa (21/10). Lapangan Bukit Tua diharapkan mulai berproduksi April 2015.
 
Senin, 20 Oktober 2014
Pemerintah Akan Tawarkan 6 WK Migas Putaran II Tahun 2014
Untuk meningkatkan produksi migas nasional, Pemerintah akan menawarkan sekitar 6 wilayah kerja (WK) migas konvensional putaran II tahun 2014. WK yang akan ditawarkan tersebut, terdiri dari 4 WK migas yang ditawarkan melalui penawaran langsung atau joint study dan 2 WK migas yang ditawarkan melalui tender reguler.
 
Sabtu, 18 Oktober 2014
Peluncuran Buku Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014-2030 Dan Buku Cadangan Penyangga Energi
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo meluncurkan buku Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014 dan buku Cadangan Penyangga Energi di Bandung, Jumat (17/10). Hadir dalam acara ini, para pejabat Eselon I Kementerian ESDM, Sekjen DEN, Plt. Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, serta perwakilan dari kementerian terkait.
 
Jumat, 17 Oktober 2014
Suhatman Ramli Pimpin TIPKM
Pucuk pimpinan Tim Independen Pengendalian Keselamatan Migas (TIPKM) berganti dari Dr. Ir. Waluyo kepada Suhatman Ramli yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua TIPKM.  Bertempat di Gedung Migas, Kamis (9/10),  Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro menyampaikan penghargaannya atas kerja keras yang telah dilakukan Waluyo selama memimpin TIPKM. 
 
Jumat, 17 Oktober 2014
Lima PJBG Ditandatangani, Penerimaan Negara Bertambah Rp 126 Triliun
Bertempat di Lobby Kementerian ESDM, Jumat (17/10), dilaksanakan penandatanganan lima perjanjian jual beli gas (PJBG). Seluruh kontrak diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan potensi penambahan penerimaan negara selama periode perjanjian sebesar US$ 10,5 miliar atau Rp 126 triliun. Menyaksikan penandatanganan ini, Pelaksana tugas Menteri ESDM Chairul Tanjung, Wamen ESDM Susilo Siswoutomo dan Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro serta Plt. Kepala SKK Migas J. Widjonarko.
 
Kamis, 17 Oktober 2014
Klarifikasi Berita Mengenai Gas Kota
Terkait pemberitaan di Harian Kompas tanggal 14 Oktober 2014 pada halaman 18 yang berjudul “Gas Kota Terus Dibangun”,  dengan ini kami meluruskan berita tersebut sebagai berikut:
 
 
Dekstop version