mekanisme validasi kualifikasi WPS dan Welder menurut PERMEN no.18 tahun 2018

Yth. Bapak/Ibu,
sehubungan dengan dikeluarkannya PERMEN no.18 tahun 2018, yang didalam nya terdapat perubahan mengenai persetujuan dokumen WPS dan sertifikat Welder. Pada PERMEN yang baru tersebut, pihak Ditjen Migas tidak lagi menandatangani berkas WPS maupun sertifikat welder, akan tetapi dilakukan oleh Kepala Teknik atau Pimpinan Usaha Penunjang atau Perusahaan Inspeksi.

mohon informasinya mengenai implementasi yang berlaku untuk WPS dan welder yang akan dikualifikasi mulai bulan Mei 2018.

terimakasih

Tanggapan

Terima kasih atas kunjungannya ke website migas.  Sehubungan dengan pertanyaan Saudara Rizky Hikmat Djauhari dapat kami sampaikan bahwa terkait kualifikasi prosedur las (WPS/PQR) dan ahli las (welder/welding operator), dapat kami sampaikan sebagai berikut :

1. Prosedu Las (WPS/PQR)

    Sesuai Edaran Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Nomor 05.E/10.12/DMT/2018 tanggal 14 Maret 2018 perihal Pengesahan Spesifikasi Prosedur Las, disampaikan bahwa prosedur las(WPS/PQR) tidak                    diperlukan pengesahan lagi oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas selaku Kepala Inspeksi. Namun mengacu butir 3 (tiga) pada edaran tersebut, Kepala Inspeksi melakukan pemeriksaan                    keselamatan atas pelaksanaan pembuatan spesifikasi prosedur las (WPS/PQR) yang diajukan oleh Kepala Teknik atau pimpinan Usaha Penunjang 1 (satu) minggu sebelumnya. Dalam hal kepala inspeksi            tidak dapat melakukan pemeriksaan keselamatan, dapat menunjuk Inspektur Migas dan/atau pejabat yang memiliki kualifikasi sesuai.

2. Ahli Las (Welder/Welding operator)

    Sesuai Pasal 32 ayat (1) pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1979 tentang Keselamatan Kerja pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi, disampaikan bahwa pekerjaan pengelasan hanya            boleh dilakukan oleh ahli las yang ditunjuk oleh Kepala Teknik dan disahkan oleh Kepala Inspeksi. Sampai saat ini PP 11/1979 masih berlaku, sehinga pasal tersebut masih digunakan sebagai acuan          terkait pekerjaan pengelasan pada kegiatan usaha migas