Ditjen Migas Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik

 
Surabaya, Kementerian ESDM menerima tiga penghargaan dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi. Salah satu diantara penghargaan tersebut.  diraih Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang menyajikan E-Lelang Blok Migas - Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi dengan Sistem Lelang Elektronik Online. Penghargaan diterima oleh Sekretaris Ditjen Migas Susyanto dalam acara Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2016 di Jatim Expo Nasional, Kamis (31/3).
 
Penghargaan lain yang diterima Kementerian ESDM adalah inovasi Minerba One Map Indonesia (MOMI) dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara dan Registrasi Sertifikat Laik Operasi Online Untuk Mempercepat Sambungan dan Mencegah Bahaya Listrik dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. 
 
Keikutsertaan ini merupakan kali pertama dilakukan Kementerian ESDM dan merupakan bagian dari perubahan sistemik yang dilakukan dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. 
 
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dalam sambutannya pada Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2016 ini, mengatakan, perhelatan ini merupakan puncak dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang terus mengalami peningkatan jumlah peserta. Pada tahun 2015, ajang ini diikuti oleh 1.189 Inovasi dan tahun 2016 meningkat 100% menjadi 2.476 Inovasi dari Kementerian/Lembaga, Kabupaten/Kota, BUMN dan BUMD.
 
Dia mengatakan, pelayanan publik yang berkualitas merupakan salah satu perubahan dalam Grand Design Reformasi Birokrasi. Hal ini dipertegas dalam UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang bertujuan membangun kepercayaan masyarakat termasuk investor kepada negara melalui pelayanan publik yang berkualitas. 
 
Lebih lanjut dia mengatakan, Pemerintah berharap semakin banyak inovasi pelayanan publik yang memperoleh pengakuan internasional, menyusul dua inovasi yang  telah meraih penghargaan dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) tahun 2015 lalu. "Dengan pengakuan internasional yang berarti meningkatnya kepercayaan dunia,  dapat menjadi pendorong masuknya arus modal ke Indonesia, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Yuddy.
 
Untuk mewujudkan hal itu,  Yuddy mengajak para pimpinan instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah, untuk menjaga dengan baik momentum dan lingkungan yang kondusif untuk mendorong terciptanya inovasi secara berkelanjutan.
 
Selain itu, jajaran pemerintahan diminta untuk manfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan optimal guna memperluas jaringan kerja sama dan sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman antar instansi dalam menularkan best practices.
 
Terkait Top 99 inovasi pelayanan publik, selanjutnya Pemerintah akan melakukam evaluasi untuk mendapatkan Top 35. Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Mirawati Sudjono mengungkapkan, proses hingga diperolehnya TOP 35 Inovasi Pelayanan Publik, diawali dari pengiriman proposal oleh inovator melalui sistem informasi inovasi pelayanan publik (siNovik). Proposal yang masuk dinilai oleh tim evaluator yang terdiri dari para akademisi beberapa perguruan tinggi terbaik di Indonesia sehingga dihasilkan TOP 99. 
 
Dari TOP 99 yang telah terpilih, diwajibkan untuk memaparkan inovasinya dan diwawancarai di hadapan Tim Panel Independen. “Pada Tahap akhir akan dilakukan mistery shopping untuk menentukan TOP 35,” ujarnya.