Jakarta, Pemerintah terus berupaya menjamin ketersediaan dan pemenuhan energi nasional di masa depan, salah satunya dengan terus mendorong peningkatan investasi dan kegiatan eksplorasi hulu minyak dan gas bumi (Migas) nasional melalui penawaran Wilayah Kerja Migas secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) c.q. Direktorat Jenderal Migas mengumumkan Lelang untuk 8 Wilayah Kerja Migas di Tahap II Tahun 2026, 7 Wilayah Kerja ditawarkan melalui Lelang Penawaran Langsung dan 1 Wilayah Kerja ditawarkan melalui Lelang Reguler.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman dalam keterangannya di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo Jakarta, Kamis (17/9), menyampaikan bahwa penawaran lelang 8 Wilayah Kerja tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi Migas yang melimpah dalam mendukung kebutuhan energi di masa depan. Pihaknya juga mengungkapkan bahwa saat ini kita tengah menghadapi dua tantangan kritis yaitu memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat sekaligus memenuhi tanggung jawab kita terhadap keberlanjutan iklim, termasuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.
“Sektor energi Indonesia tengah memasuki era baru, era yang menuntut adanya keseimbangan, inovasi, dan kolaborasi. Kami berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan dan peningkatan investasi di sektor hulu migas,” jelas Laode.
Detail 8 wilayah kerja yang ditawarkan sebagai berikut :
|
No |
Wilayah Kerja |
Luas (km2) |
Bentuk Kontrak Bagi Hasil |
Minimum Komitmen Pasti 3 Tahun Pertama |
Minimum Bonus Tanda Tangan (USD) |
Mekanisme Penawaran |
|
1. |
Jago |
8.487,61 |
Cost Recovery |
· G&G · Akuisisi dan Pemrosesan Seismik 3D seluas 500 km² |
200.000 |
Penawaran Langsung |
|
2. |
Mahesa |
9.145,66 |
Cost Recovery |
· G&G · Akuisisi dan Pemrosesan Seismik 2D sepanjang 1.000 km |
200.000 |
Penawaran Langsung |
|
3. |
Rafflesia |
9.027,74 |
Cost Recovery |
· G&G · Akuisisi dan Pemrosesan Seismik 2D sepanjang 1.000 km |
200.000 |
Penawaran Langsung |
|
4. |
Belibis |
4.860,47 |
Cost Recovery |
· G&G · Pengeboran 1 Sumur Eksplorasi |
200.000 |
Penawaran Langsung |
|
5. |
Talu |
4.676,26 |
Cost Recovery atau Gross Split |
· G&G · Akuisisi dan Pemrosesan seismik 3D seluas 500 km² |
200.000 |
Penawaran Langsung |
|
6. |
Manta |
8.498,81 |
Cost Recovery |
· G&G · Akuisisi dan Pemrosesan seismik 2D sepanjang 1.000 km |
200.000 |
Penawaran Langsung |
|
7. |
Palu |
7.912,78 |
Cost Recovery |
· G&G · Akuisisi dan Pemrosesan seismik 2D sepanjang 300 km |
200.000 |
Penawaran Langsung |
|
8. |
Leti Selatan |
11.226,09 |
Cost Recovery atau Gross Split |
· G&G · Akuisisi dan Pemrosesan seismik 3D seluas 250 km² atau 2D sepanjang |
200.000 |
Reguler |
“Kami mengundang calon investor dan Perusahaan Minyak dan Gas Bumi yang memiliki kapabilitas serta memenuhi syarat dapat bekerja sama dengan kami untuk mengembangkannya. Kami juga mengundang para penyedia teknologi untuk mendukung pengembangan sektor hulu migas,” pungkas Laode.
Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan hulu migas di tanah air dengan melakukan pembenahan pengelolaan usaha migas. Pembenahan yang telah dilakukan Pemerintah antara lain seperti meningkatkan porsi bagi hasil untuk Kontraktor, pemberian 10% FTP, pemberian nilai minimum Signature Bonus berdasarkan risiko, fleksibilitas dalam memilih skema kontrak baik secara Cost Recovery maupun Gross Split, 100% harga DMO, tidak ada kewajiban relinquishment dalam 3 tahun pertama komitmen, dan kemudahan dalam mengakses data melalui keanggotaan di Migas Data Repository.
“Pembenahan ini diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan memberikan rasa percaya diri bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Selain itu, Kontraktor juga akan mendapatkan fasilitas perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila terjadi kendala ekonomi, Kontraktor dapat mengajukan insentif untuk mengembangkan Wilayah Kerja yang dikelola,” jelas Laode.
Jadwal dari Lelang Wilayah Kerja tersebut adalah sebagai berikut:
- Lelang Penawaran Langsung (Wilayah Kerja Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, dan Palu)
- Akses Bid Document mulai tanggal 17 September 2026 s.d. 31 Oktober 2026
- Batas Waktu Pemasukan Dokumen Partisipasi sampai dengan 2 November 2026
- Lelang Reguler (Wilayah Kerja Leti Selatan)
- Akses Bid Document: mulai tanggal 17 September 2026 s.d. 14 Januari 2027
- Batas Waktu Pemasukan Dokumen Partisipasi sampai dengan 14 Januari 2027
Bagi Badan Usaha dan Bentuk Usaha Tetap yang berminat, registrasi dan akses Bid Document dilakukan melalui website online lelang Wilayah Kerja Migas sesuai dengan jadwal yang ada di https://esdm.go.id/wkmigas/.