Pelalawan, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berkomitmen mempercepat penyediaan akses energi bersih, murah, dan ramah lingkungan bagi masyarakat. Ditjen Migas memastikan pelaksanaan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) tahun anggaran 2025–2026 di Kabupaten Pelalawan, Riau, berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman, saat melakukan peninjauan lapangan secara langsung di Kecamatan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (26/7).
“Saya baru saja melihat langsung progres pembangunan Jargas rumah tangga tahun 2025-2026 dan Insya Allah akan selesai sebentar lagi. Dan saya juga harapkan nantinya program ini bisa memberi manfaat kepada masyarakat,” pungkas Laode.
Pada periode pembangunan tahun 2025-2026 ini, Kabupaten Pelalawan kembali menerima alokasi kuota Jargas sebanyak 3.076 Sambungan Rumah (SR), setelah sebelumnya pada tahun 2022–2023 mendapatkan sebanyak 3.712 SR. Langkah ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Pemerintah dalam menyediakan akses energi yang lebih cepat, mudah, hemat, dan aman bagi masyarakat luas.
Untuk memastikan pembangunan Jargas selesai sesuai target, Laode melakukan pemantauan progres fisik secara langsung di beberapa titik lokasi, meliputi Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur dan Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, seluruh tahapan pembangunan jargas 2025–2026 di Kabupaten Pelalawan berjalan dengan baik dan lancar, meliputi aspek teknis konstruksi, hingga penyelesaian perizinan.
Laode berharap, nantinya selain memberikan kemudahan, penggunaan Jargas ini juga memberikan manfaat ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat. Pemanfaatan energi yang lebih efisien memungkinkan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan energi dapat ditekan dengan optimal.
“Mereka (pengguna Jargas) mengatakan selama menggunakan Jargas biaya perbulan yang dikeluarkan antara 50 hingga 80 ribu, dan ini lebih murah dibandingkan gas LPG yang bisa mencapai 100 ribu, selain itu selalu tersedia 24 jam jadi tidak perlu kawatir kehabisan gas saat sedang memasak,” papar Laode.
Pengalaman tersebut diakui oleh Syarifah, salah satu ibu rumah tangga di Pangkalan Kerinci yang menjadi penerima manfaat Jargas sejak tahun 2022. Ia menuturkan bahwa hadirnya Jargas sangat membantu aktivitas sehari-hari.
“Selama menggunakan Jargas, kami mengalami berbagai kemudahan. Kami tidak perlu lagi mengganti tabung gas 3 kg. Apalagi sebagai ibu rumah tangga, saya tidak tahu cara mengganti tabung gas sehingga terkendala. Kadang-kadang, saat memasak gas habis. Alhamdulilah, sejak memakai jargas, hal itu tidak menjadi kendala lagi. Intinya, memakai jargas sangat praktis dan aman,” tutur Syarifah.
Syarifah berharap program Jargas ini terus diperluas hingga menjangkau kawasan desa-desa terpencil agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh lebih banyak masyarakat.
Laode melalui kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya penguatan kegiatan sosialisasi kepada warga agar masyarakat semakin memahami manfaat dan keunggulan penggunaan Jargas. Pihaknya juga menegaskan kepada tim pelaksana agar proses penyaluran gas nantinya dilakukan secara presisi dan tepat sasaran sesuai dengan target jumlah sambungan rumah (SR) yang telah ditentukan. (KDB)