
Jakarta, Guna menyamakan persepsi terhadap arah kebijakan, prioritas program, serta isu-isu strategis dalam pengelolaan minyak dan gas bumi nasional, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) menggelar acara pengarahan dan konsolidasi internal pasca penataan dan penunjukan Koordinator dan Subkoordinator baru di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengarahan terkait pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi yang bertempat di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo Jakarta, Jumat (3/6), dihadiri oleh para Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta para Koordinator dan Subkoordinator di lingkungan Ditjen Migas.
Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman dalam arahannya menegaskan komitmennya untuk membangun kekuatan tim menuju ketahanan serta kemandirian, baik pada tingkat individu maupun organisasi. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi yang tidak sekadar kuat di atas kertas, melainkan harus andal secara nyata. “Nah kita harus handal, kita buktikan dengan perbuatan kita bahwa kita memang handal, tidak hanya omon-omon,” tegasnya.
Lebih lanjut, Laode menjelaskan perbedaan mendasar antara hasil kerja (output) dengan dampak nyata (outcome) yang dirasakan masyarakat luas. "Kalau kita bikin kajian kan, nah laporan itu namanya output. Kita melakukan segala sesuatu itu ada output-nya dan kita bisa ukur sendiri. Tapi outcome, outcome itu itu adalah sesuatu yang kita dinilai oleh orang lain, lebih penting daripada diri kita sendiri," jelas Laode.
Kegiatan pengarahan ini dilaksanakan menyusul terbitnya surat Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Nomor T-615/KP.05/SJN.M/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal Penataan Koordinator dan Subkoordinator di Lingkungan Kementerian ESDM, serta Surat Nomor T-623/KP.05/SJN.M/2026 tanggal 30 Juni 2026 perihal Rekomendasi Penunjukan Koordinator dan Subkoordinator di Lingkungan Ditjen Migas. Penataan dan penunjukan jabatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi, peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi, serta optimalisasi pencapaian kinerja sektor migas.
Pasca penataan ini, sebanyak 122 jabatan dan peran di lingkungan Ditjen Migas telah terisi secara lengkap. Jumlah tersebut tersebar di Sekretariat Ditjen Migas (21 posisi), Direktorat Pembinaan Program Migas (16 posisi), Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Migas (16 posisi), Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas (17 posisi), Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur (9 posisi), Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas (16 posisi), serta Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas (27 posisi). Dari total formasi tersebut, sebanyak 26 orang pegawai merupakan personil pegawai baru hasil mutasi dari luar lingkungan Ditjen Migas.
Melalui momentum pengarahan dan konsolidasi internal ini, Laode mengajak seluruh jajaran Pejabat, Koordinator, Subkoordinator, serta pegawai baru di lingkungan Ditjen Migas untuk menerapkan lima pilar utama dalam mewujudkan tim kerja yang solid, yaitu Ber-integritas, Disiplin, Pro-aktif, Jiwa Korsa dan Berorientasi outcome.
“Kalau lima tadi yang saya sebutkan pas jadi satu maka satunya itu adalah integritas jadi itu yang paling penting, yang harus kita jaga adalah integritas ini, lalu yang kedua setelah integritas adalah disiplin, dimulai dengan time management, tidak semata-mata melakukan pekerjaan itu akan bisa ter-cover semuanya, kita (mendahulukan) menyelesaikan yang urgent dan penting. Jadi Bapak Ibu sekalian yang saya hormati dan saya banggakan, khususnya yang baru duduk di posisi Koordinator dan Subkoordinator, baik itu promosi internal maupun pindahan dari unit lain, nah ini menjadi penting karena kerjaan kita sehari-hari itu banyak dibatasi oleh waktu jadi kemampuan kita mengatur atau me-manage waktu itu sangat penting sehingga kita bisa mengelompokkan mana yang urgent dan harus kita selesaikan atau penting, dan mana yang penting tapi belum urgent,” papar Laode.
Menutup arahannya, Laode berharap melalui momentum ini seluruh Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Koordinator dan Subkoordinator dapat memperkuat komitmen dan profesionalisme mereka. Dengan menjunjung tinggi integritas, kekompakan, dan loyalitas, seluruh jajaran Ditjen Migas diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pencapaian target kinerja organisasi, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, serta mengawal ketahanan energi nasional guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (KDB)